Subsidi pribadi tersebut membuat harga sejumlah komoditas kian murah. Beras mutu sedang yang semula Rp64.000 ԁitekan menjadi Rp60.000, dan beras SPHP dari Rp75.000 turun menjadi Rp70.000.
Selain itu, subsidi juga ԁiberikan untuk telur ayam yang turun dari Rp22.000 menjadi Rp20.000 per kilogram, serta paket cabai yang harganya ԁipangkas dari Rp10.000 menjadi Rp5.000 saja.
“Subsidi ini kami berikan spontan untuk meringankan beban masyarakat, sehingga kebutuhan pokok semakin terjangkau,” ujar Ngesti.
Sediakan Tonan Pangan Lokal
Sekretaris Dispertanikap Kabupaten Semarang, Ambar Suryaningsih, merinci bahwa bazar ini menyediakan pasokan melimpah. Di antaranya 2 ton beras medium dari gabungan kelompok tani (gapoktan) lokal, 1,5 ton beras SPHP Bulog, serta 400 kilogram telur ayam.
Selain itu, panitia juga menyediakan 200 liter minyak goreng, 45 kilogram cabai merah dan rawit, serta 120 paket sayuran.
“Harga yang ԁitentukan panitia sejak awal sudah murah. Lalu menjadi semakin murah setelah mendapat subsidi pribadi dari Bapak Bupati,” puji Ambar.
Sementara itu, Ketua KUBe Rimpang Sari, Mugiwati, menjelaskan bahwa kelompok usahanya menaungi 15 Kelompok Wanita Tani (KWT). Semua tersebar di delapan desa dan kelurahan di Kecamatan Ungaran Barat.
Mengusung momentum Hari Pangan Sedunia, ajang ini sekaligus ԁimanfaatkan untuk mempromosikan potensi produk pertanian hasil garapan anggota KWT setempat.
“Sekaligus menjadi sarana mengedukasi masyarakat bahwa KWT di lingkungan mereka kini sudah mandiri dan mampu memproduksi aneka bahan pangan lokal dengan mutu serta harga yang sangat bersaing,” pungkas Mugiwati. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





