SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang selalu menawarkan suasana khas saat bulan Ramadan tiba. Salah satunya dengan hadirnya berbagai pasar dadakan yang menjajakan aneka kuliner untuk berbuka puasa.
Tahun ini, Kelurahan Tembalang menghadirkan hal baru dalam memeriahkan bulan Ramadan. Berlokasi di halaman parkir Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Kelurahan Tembalang menggelar Bazar Ramadan 2025 untuk pertama kalinya.
Lurah Tembalang, Asih Sriwindarti, menjelaskan bahwa bazar ini menjadi ajang bagi pelaku UMKM se-Kelurahan Tembalang untuk berkumpul dan berjualan secara serentak dalam satu lokasi.
Tak hanya mendorong perputaran ekonomi warganya, Bazar Ramadan ini juga menjadi magnet bagi warga lokal, mahasiswa, hingga wisatawan yang ingin mencari hidangan berbuka puasa dengan beragam pilihan.
“Bazar ini awalnya dari Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi di Jembatan Sikatak Undip. Karena kalau jualan sore di sana pasti menyebabkan macet, akhirnya kami berkoordinasi untuk menggunakan tempat parkir di Muladi Dome ini,“ kata Asih saat beritajateng.tv temui beritajateng.tv.
BACA JUGA: Inspiratif! Kisah Warga Semarang Hijrah saat Ramadan, dari Hapus Tato hingga Mualaf Abdikan Diri
Asih melanjutkan, bazar ini diikuti oleh sekitar 200 stand yang mayoritas berasal dari UMKM Kelurahan Tembalang, mahasiswa Undip, serta pelaku usaha dari daerah sekitar.
Antusiasme pengunjung pun sangat tinggi. Rata-rata, pengunjung Bazar Ramadan ini mencapai lebih dari 1.000 orang setiap harinya.
“Pembelinya luar biasa, karena di sekitar kampus hampir semua rumah itu jadi tempat kos mahasiswa. Dengan adanya bazar ini, harapannya tidak ada lagi kemacetan di jalanan. Mahasiswa bisa langsung ke sini setelah kuliah,” jelasnya.
Bakal berlanjut setelah Ramadan
Lebih jauh, Asih tak menyangka Bazar Ramadan ini mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung. Bahkan, ia berencana untuk menggelar bazar ini secara rutin setelah bulan Ramadan.
“Kemarin Pak Rektor meninjau langsung. Beliau berharap ini tidak hanya ada di bulan Ramadan, tapi suatu saat juga bisa diadakan bazar lagi. Insya Allah kita ingin mengadakan seperti itu,” ujarnya.
Selain menjadi pusat kuliner Ramadan, Asih menambahkan bahwa kehadiran bazar ini juga membuka akses masyarakat umum ke dalam area Muladi Dome Undip. Pasalnya, Muladi Dome selama ini hanya bisa dimasuki saat ada acara tertentu.
“Sekarang, karena ada Bazar Ramadan, semua orang boleh masuk dan bisa melihat langsung gedung ini,” tandasnya.
BACA JUGA: Gelar Nostalgic Ramadhan, Aston Inn Pandanaran Semarang Ajak Anak Panti Asuhan Bukber-Inap Hotel
Sementara itu, salah satu pengunjung, Intan Putri, mengaku senang dengan adanya bazar ini. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip, menyebut banyak pilihan makanan dan harga yang cukup terjangkau bagi mahasiswa.
“Pilihan makanannya banyak banget, mulai dari takjil sampai makanan berat. Harganya juga masih terjangkau buat mahasiswa seperti kami,” ujar Intan.
Senada dengan Intan, Dinda Cantika juga mengatakan bahwa lokasi bazar yang luas dan strategis membuatnya nyaman untuk berbelanja. Ia tak ragu untuk datang lagi berburu takjil di Bazar Ramadan ini.
“Tempatnya luas dan lebih teratur dibandingkan beli di pinggir jalan. Jadi enggak terlalu sumpek walaupun ramai,” kata Dinda. (*)
Editor: Farah Nazila





