Penuh amarah, Aswatama kemudian mengalihkan arah galian ke wilayah Batur. Gua Aswatama konon sebagai titik awal dari penggalian tersebut.
Hingga kini, legenda tentang gua ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat, meski kebenarannya tidak dapat dipastikan. (*)





