Dari aspek teknis, sinematografi karya Fajar Bagaskara layak mendapatkan pujian.
Pencahayaan temaram dari lampu teplok, bayang-bayang panjang di area perkebunan tembakau, serta desain suara yang menggabungkan hembusan angin malam dengan bisikan-bisikan ritual berhasil membangun atmosfer horor tanpa mengandalkan CGI berlebihan.
Musik garapan Rahung Nasution, yang memadukan unsur gamelan dengan orkestra modern, juga sukses menambah sensasi merinding. (*)





