Jateng

Bejo Jahe Merah Dukung Mudik Gratis Jateng 2026, Bagikan 32 Ribu Paket untuk Pemudik

×

Bejo Jahe Merah Dukung Mudik Gratis Jateng 2026, Bagikan 32 Ribu Paket untuk Pemudik

Sebarkan artikel ini
Bejo Jahe Merah Dukung Mudik Gratis Jateng 2026, Bagikan 32 Ribu Paket untuk Pemudik
Bejo Jahe Merah bagikan 32 Ribu paket untuk pemudik program Mudik Gratis Provinsi Jateng. (Ellya/beritajateng.tv)

JAKARTA, beritajateng.tv – Momentum mudik Lebaran selalu menjadi saat yang paling para perantau di Ibu Kota nantikan setiap tahunnya.

Setelah berbulan-bulan bekerja jauh dari kampung halaman, perjalanan pulang menjadi kesempatan untuk berkumpul kembali bersama keluarga dan merayakan hangatnya kebersamaan saat Idulfitri.

Pada tahun 2026, mobilitas masyarakat menjelang Lebaran kembali diperkirakan meningkat. Untuk membantu masyarakat pulang kampung dengan aman dan terjangkau. Pemerintah bersama sejumlah pihak menghadirkan berbagai program mudik gratis, termasuk yang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Penghubung Jawa Tengah.

Program tersebut memberangkatkan lebih dari 16.000 pemudik menuju 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah menggunakan 320 armada bus.

Pelepasan pemudik berlangsung di kawasan Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Dalam program ini, Bejo Jahe Merah kembali berpartisipasi untuk mendukung kenyamanan para pemudik selama perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category PT Bintang Toedjoe, Andry Mahyudi, mengatakan keikutsertaan Bejo Jahe Merah menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir dalam berbagai momen penting masyarakat Indonesia.

BACA JUGA: Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Fasilitasi 350 Warga Pulang Kampung dari Jakarta

Menurutnya, perjalanan mudik yang panjang sering kali membuat tubuh mudah lelah sehingga penting bagi pemudik untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.

“Lebaran selalu identik dengan kehangatan silaturahmi bersama keluarga. Bejo Jahe Merah ingin ikut hadir dalam momen tersebut dengan membantu para pemudik menjaga kondisi tubuh selama perjalanan,” kata Andry.

Ia menambahkan bahwa perjalanan yang panjang, antrean, hingga waktu tempuh berjam-jam di kendaraan sering kali membuat tubuh rentan mengalami masuk angin atau penurunan stamina.

“Jangan sampai ketika sudah tiba di kampung halaman justru tidak maksimal berkumpul bersama keluarga karena kondisi tubuh kurang fit. Jika mulai merasa tidak enak badan selama perjalanan, serahkan saja pada Bejo,” ujarnya.

Melalui kampanye Silaturahmi Jangan Putus, Masuk Angin Bejo Yang Urus, perusahaan menyiapkan sekitar 32.000 paket Bejo Jahe Merah yang dibagikan kepada para peserta mudik gratis asal Jawa Tengah.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pemudik menjaga kondisi tubuh tetap hangat dan bugar selama perjalanan menuju kampung halaman.

Fasilitasi Warga Pulang Ke Kampung Halaman

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam kesempatan pelepasan pemudik menyampaikan bahwa program mudik gratis tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi. Tetapi juga memastikan perjalanan mereka berlangsung lebih nyaman.

“Program ini tidak hanya membantu masyarakat pulang ke kampung halaman, tetapi juga memastikan perjalanan mereka tetap nyaman. Kami berharap para pemudik dapat menjaga kesehatan sepanjang perjalanan,” kata Luthfi.

Ia menilai menjaga stamina selama perjalanan mudik sangat penting agar para perantau dapat menikmati waktu berkumpul bersama keluarga dengan maksimal.

“Silaturahmi dengan keluarga merupakan nilai sosial yang sangat penting. Karena itu menjaga kondisi tubuh selama perjalanan juga tidak kalah penting,” ujarnya.

Program mudik gratis ini juga dilengkapi dengan fasilitas arus balik yang dijadwalkan berlangsung pada 27 dan 28 Maret 2026.

Para peserta dapat kembali ke kota tempat mereka bekerja secara gratis setelah merayakan Lebaran bersama keluarga.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang turut hadir dalam acara pelepasan pemudik juga menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan program tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kerja sama antara pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta dalam program ini. Kolaborasi ini sangat membantu masyarakat agar bisa pulang kampung dengan aman dan nyaman,” katanya.

Sebagian besar peserta mudik merupakan warga Jawa Tengah yang bekerja di sektor nonformal di Jakarta, seperti pedagang hingga pekerja harian.

Mereka mendaftar secara daring melalui Badan Penghubung Jawa Tengah sehingga program ini dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Pemudik Terbantu Program Mudik Gratis

Salah satu peserta mudik, Muhammad Jaelani asal Pemalang, mengaku program tersebut sangat membantu para perantau yang ingin pulang kampung.

“Program mudik gratis ini sangat membantu karena biasanya biaya transportasi naik menjelang Lebaran. Dengan program ini kami bisa pulang kampung dengan lebih ringan,” kata Jaelani yang bekerja sebagai petugas kebersihan di Jakarta Selatan.

Ia juga merasa terbantu dengan adanya dukungan produk kesehatan yang dibagikan kepada pemudik.

“Apalagi tahun ini ada Bejo Jahe Merah. Jadi lebih tenang kalau badan terasa kurang enak selama perjalanan,” ujarnya.

Selain membagikan produk kepada para pemudik, Bejo Jahe Merah juga menghadirkan berbagai aktivitas di lokasi keberangkatan. Seperti permainan interaktif dan kuis yang membuat suasana pelepasan pemudik semakin meriah.

Melalui dukungan tersebut, Bejo Jahe Merah berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan para pemudik agar tetap hangat, sehat, dan nyaman hingga tiba di kampung halaman.

“Harapan kami sederhana, para pemudik bisa tetap hangat di perjalanan dan sehat di kampung halaman. Sehingga dapat menikmati waktu bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan,” kata Andry. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp