Gaya Hidup

Berikut Makna Hari Tarwiyah dan Arafah, Lengkap dengan Sejarahnya

×

Berikut Makna Hari Tarwiyah dan Arafah, Lengkap dengan Sejarahnya

Sebarkan artikel ini
Puasa Ayyamul Bidh
Ilustrasi puasa. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Mendekati momentum perayaan Idul Adha, ada hari penting yang cukup istimewa terkenal dengan istilah Hari Tarwiyah dan Arafah.

Dalam hal ini, dua hari tersebut memiliki makna tersendiri dengan spiritual yang cukup tinggi. Simak berikut informasi seputar makna dan sejarahnya.

Hari Tarwiyah dan Hari Arafah

Kata Tarwiyah berasal dari bahasa Arab rawwa–yurawwi yang bermakna “merenungkan” atau “memikirkan secara mendalam”.

Hari Tarwiyah terkenal sebagai momen ketika Nabi Ibrahim AS menerima mimpi dari Allah SWT yang memerintahkannya untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

BACA JUGA: Selain Berpuasa, Berikut Amalan di Bulan Dzulhijjah: Menghidupkan Malam 10 Hari Pertama

Karena tidak serta-merta mengambil keputusan, Nabi Ibrahim menghabiskan waktu siang dan malam untuk merenungi serta memahami makna dari mimpi tersebut.

Oleh sebab itu, istilah tersebut melambangkan perenungan dan upaya memahami kehendak Ilahi.

Dalam pelaksanaan ibadah haji, Hari Tarwiyah menjadi waktu ketika para jamaah mulai berangkat dari Makkah menuju Mina.

Di sana mereka melaksanakan salat dan bermalam sebelum melanjutkan perjalanan ke Arafah pada hari berikutnya. Tradisi ini tetap berlangsung hingga sekarang sebagai bagian dari rangkaian manasik haji.

Bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji, momen tersebut berguna sebagai momentum melaksanakan puasa sunnah serta memperbanyak amal kebaikan.

Walaupun tidak sepopuler puasa Arafah, puasa pada Hari Tarwiyah tetap jadi anjuran karena merupakan amalan yang Rasulullah SAW dan para sahabat amalkan.

Hari Arafah

Hari Arafah merupakan puncak dari rangkaian ibadah haji. Pada hari tersebut, jutaan jamaah berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, yaitu berdiam diri sambil berdoa mulai setelah matahari tergelincir hingga terbenam.

BACA JUGA: Jadwal, Niat dan Keutamaan Puasa Sunnah April 2026: Syawal, Ayyamul Bidh dan Senin-Kamis

Momen ini menjadi bagian paling sakral dalam ibadah haji, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Haji itu adalah Arafah” (HR. Tirmidzi dan Nasai), yang menegaskan bahwa wukuf di Arafah merupakan inti dari pelaksanaan haji.

Wukuf di Arafah juga memiliki kepercayaan sebagai waktu yang sangat utama untuk memanjatkan doa. Pada hari itu, Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan kepada hamba-hamba-Nya yang memohon pengampunan dengan sungguh-sungguh.

Itulah sekilas tentang makna dan sejarah Hari Tarwiyah dan Hari Arafah, salah satu hari yang cukup bersejarah dan penting bagi umat Islam. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp