SEMARANG, beritajateng.tv – Warga Indonesia rela berjalan kaki ke Mekkah untuk menunaikan ibadah di tanah suci. Yunus Abdurrahman, warga Malang yang berangkat bersama dengan rekannya untuk menunaikan rukun Islam yang ke-5 itu, Rabu (5/4/2023).
Berdasarkan informasi yang terhimpun, ia memulai perjalanannya dengan berjalan kaki ke Mekkah dari bulan Oktober 2022.
Perjalanan ini tentunya sebagai perjuangan yang luar biasa. Bagaimana tidak, perjalanan menggunakan transportasi pesawat terbang saja memerlukan waktu kurang lebih sehari semalam. Apalagi harus berjalan kaki ke Mekkah, pastinya akan memakan waktu hingga berbulan-bulan.
Sementara bagi Yunus yang memiliki tekad yang kuat, ia menepis keraguan itu dan tetap teguh ke tanah suci meski hanya berjalan kaki. Tekad dan keinginan Yunus patut mendapat apresiasi.
Meskipun harus merasakan cuaca yang terbilang ekstrem, suhu yang panas itu seolah tidak memengaruhi semangat Yunus dan rekannya untuk menunaikan ibadah di tanah suci. Bahkan, niatnya tersebut sudah ia tanamkan sejak kecil.
“Menunaikan haji merupakan rukun Islam yang kelima. Sebagai muslim tentu saya akan tunaikan dan ini sudah terniat semenjak saya masih duduk di bangku sekolah dasar kelas III. Niat ini semangkin kuat setelah saya keluar dari pondok pesantren,” ujarnya.
Infromasi tambahan, sebelum berjalan kaki ke Mekkah, ia sudah beberapa kali membuat paspor sebanyak empat kali untuk memastikan perjalanannya ke tanah suci bisa terwujud. Kali keempat membuat paspor, barulah keinginannya itu bisa terlaksana.
Berjalan Kaki ke Mekkah, Restu Tuhan Mengiringi Langkahnya
Melalui akun tiktoknya, ia membagikan kisah perjalanannya. Terlihat dengan wajah yang gembira dan sumringah, ia menyebut perjalanan kali ini sangat asik.
“Assalamu’alaikum, sobat sekalian. Hari ini kita lanjut perjalanan lagi. Kita mampir di masjid untuk rehat sampai maghrib. Jalane asik yo bro. Alhamdulillah,” tuturnya.
Melalui video tiktok yang ia bagikan kepada pengikutnya, selama berjalan kaki ke Mekkah harus mematuhi aturan setempat. Yunus menyebut adanya larangan penebangan pohon di area Arab Saudi. Bukan tanpa alasan, penanaman dan perawatan pohon di sana memerlukan teknik khusus. Hal tersebut karena sulitnya tanaman tumbuh akibat suhu di daerah setempat sehingga membutuhkan pakar tertentu untuk menghijaukan area Arab Saudi.
“Sobat sekalian, pohon seperti itu tidak diperkenankan untuk dicabut dan ditebang. Kalau ditebang kena pasal kita,” jelasnya.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tidak semua orang mendapat kesempatan untuk ke tanah suci. Meskipun memiliki banyak harta, tetapi jika Allah belum mengizinkan maka akan sulit untuk mewujudkan ke tanah suci. Perjalanan Yunus yang berjalan kaki ke Mekkah hingga hari ini saja merupakan sebuah anugerah karena Allah menguatkan hati dan fisiknya.
Oleh karena itu, amat penting untuk menata hati dan niat agar Allah memudahkan jalan ke tanah suci. Walaupun dirasa mustahil karena membutuhkan biaya yang amat besar, tetapi jika sudah kun fayakun, Allah akan mendekatkan langkah (*).





