Ekbis

BI dan Kementerian Luncurkan Pedoman CSA Biochar untuk Dorong Produktivitas Padi

×

BI dan Kementerian Luncurkan Pedoman CSA Biochar untuk Dorong Produktivitas Padi

Sebarkan artikel ini
BI dan Kementerian Luncurkan Pedoman CSA Biochar untuk Dorong Produktivitas Padi
Peluncuran Buku Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi Climate Smart Agriculture Biochar. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, serta Undip meluncurkan Buku Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi Climate Smart Agriculture Biochar untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi.

Hal ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong pertanian berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

Peluncuran buku pedoman ini menjadi langkah strategis dalam mendorong penerapan inovasi pertanian yang adaptif. Terlebih dalam menghadapi perubahan iklim, ramah lingkungan, dan tetap berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Kegiatan tersebut juga mempertegas sinergi antarpemangku kepentingan dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional serta pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor pertanian.

Buku pedoman ini di susun sebagai referensi praktis bagi pemangku kepentingan dan pelaku usaha pertanian. Agar memahami serta menerapkan teknologi Climate Smart Agriculture berbasis biochar.

BACA JUGA: Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, BI Jateng Paparkan Arah Kebijakan untuk Dorong Ketahanan dan Kemandirian Ekonomi yang Terus Tumbuh

Teknologi ini memanfaatkan biochar, material padat kaya karbon hasil pirolisis limbah biomassa sebagai pembenah tanah untuk meningkatkan kualitas lahan pertanian.

Penerapan CSA Biochar menurutnya mampu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki efisiensi penggunaan pupuk dan air. Menekan emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan produktivitas tanaman padi secara berkelanjutan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Nita Rachmenia menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Jawa Tengah menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Karena itu, peningkatan produktivitas, efisiensi produksi, dan kesejahteraan petani harus terus kita dorong melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kus Prisetiahadi, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam memperkuat sektor pertanian nasional.

“Pengembangan pertanian berkelanjutan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan petani agar inovasi yang dihasilkan benar-benar bisa diimplementasikan di lapangan,” kata Kus.

Peluncuran buku pedoman secara resmi oleh Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Kurniawan Agung. Ia berharap buku ini dapat menjadi panduan bersama dalam mengembangkan model bisnis pertanian yang produktif sekaligus ramah lingkungan.

“Buku pedoman ini kami harapkan tidak hanya menjadi referensi. Tetapi juga mendorong aksi nyata di lapangan melalui sinergi seluruh pihak dalam mengimplementasikan pertanian berkelanjutan,” ujar Kurniawan.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan talkshow yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Kementerian Pertanian, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Undip.

Diskusi CSA Biochar Jawa Tengah

Diskusi tersebut membahas rencana tindak lanjut penguatan proyek percontohan CSA Biochar di Jawa Tengah.

Para narasumber sepakat bahwa teknologi pertanian adaptif dan rendah emisi menjadi kunci. Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim tanpa mengorbankan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Kegiatan ini di ikuti oleh sekitar 125 peserta secara luring dan 50 peserta secara daring yang berasal dari unsur. Baik dari kementerian dan lembaga, akademisi, perbankan, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani.

Kolaborasi pengembangan model bisnis pertanian berkelanjutan berbasis CSA Biochar sendiri telah mulai sejak 2025 melalui proyek percontohan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Hasil implementasi menunjukkan peningkatan produktivitas tanaman padi sebesar 6,3 persen. Serta perbaikan kualitas tanah dan efisiensi penggunaan input pertanian.

Ke depan, buku pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan nasional dalam mereplikasi dan memperluas penerapan CSA Biochar di berbagai daerah.

Langkah tersebut harapannya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung transisi menuju sistem pertanian yang lebih hijau dan berkelanjutan. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp