Olahraga

Bidik Talenta Pesepakbola Putri, MilkLife Soccer Challenge 2025–2026 Digelar di 10 Kota

×

Bidik Talenta Pesepakbola Putri, MilkLife Soccer Challenge 2025–2026 Digelar di 10 Kota

Sebarkan artikel ini
MilkLife Soccer Challenge 2025-2026
MilkLife Soccer Challenge - Kudus Seri 1 2025, Kamis, 31 Juli 2025. (Foto: Dok. MilkLife Soccer Challenge)

Ia menilai hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaring lebih banyak lagi bibit-bibit pesepakbola putri potensial di kota yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola.

“Malang dan Bekasi merupakan kota yang punya sejarah sepak bola dan memang populasi penduduknya besar. Dari hasil survei kami, dua kota tersebut punya minat yang cukup tinggi terhadap sepak bola putri,” imbuh Teddy.

Harapannya, kata Teddy, pada MLSC kali ini secara kualitas peserta semakin meningkat, dan dari sisi kuantitas juga mengalami penambahan dari gelaran sebelumnya.

BACA JUGA: Final MilkLife Soccer Challenge – Semarang 2025, SDN Kalibanteng Kidul 03 Mejeng jadi Kampiun Anyar

Sebagai informasi, Bekasi erat kaitannya dengan dua tim, yaitu Persikasi Bekasi dan FC Bekasi City (sebelumnya terkenal dengan nama Persipasi Bekasi).

Persikasi Bekasi, yang berdiri pada tahun 1961, merupakan tim yang mewakili Kabupaten Bekasi. Sementara FC Bekasi City, tim yang berbasis di Kota Bekasi dan saat ini berkompetisi di Liga 2.

Sedangkan sepak bola di Malang memiliki sejarah panjang yang dimulai pada masa penjajahan Belanda. Klub sepak bola tertua di Malang, yaitu MVB (Malangsche Voetbal Bond), berdiri pada 1928. Sebelumnya ia masyhur sebagai Voetbalbond Malang en Omstreken (VMO) tahun 1926-1933.

Lalu PSIM (Persatoean Sepakbola Indonesia Malang), menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola di Kota Apel yang telah terbentuk tahun 1953.

PSIM atau Persema, yang lahir dari gabungan klub-klub sepak bola Malang, juga menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola kota ini.

Perbedaan dengan edisi sebelumnya

Selain penambahan dua kota baru, perbedaan lainnya pada MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 adalah dimensi lapangan KU 12 yang sebelumnya 24 x 40 meter menjadi 26 x 42 meter (KU 10 masih menggunakan ukuran lapangan sebelumnya), titik penalti menjadi 10 meter dari gawang, kick off dimulai dengan dua sentuhan, serta untuk pertandingan babak semifinal, final, dan atau 8 besar KU 10 menggunakan lapangan KU 12.