Ekbis

Bikin Pusing Pedagang, Harga Perabot Plastik Naik hingga 10 Persen di Pasar Johar: Rp30 Ribu jadi Rp35 Ribu

×

Bikin Pusing Pedagang, Harga Perabot Plastik Naik hingga 10 Persen di Pasar Johar: Rp30 Ribu jadi Rp35 Ribu

Sebarkan artikel ini
Perabot Plastik
Pedagang perabot plastik di Pasar Johar Semarang, Selasa, 7 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kenaikan harga perabot berbahan plastik mulai dirasakan para pedagang di Pasar Johar, Kota Semarang. Lonjakan harga yang terjadi bertahap sejak sebelum Lebaran hingga setelahnya membuat pedagang mengaku kebingungan, bahkan menahan pembelian stok baru.

Agung, pedagang perabot di Pasar Johar Utara, mengaku kenaikan harga plastik cukup memberatkan. Ia menyebut, harga sudah naik sekitar 5 persen sebelum Lebaran, lalu kembali naik sekitar 5 persen setelah Lebaran.

“Ya bikin pusing pedagang lah. Naiknya terlalu banyak. Sebelum Lebaran naik 5 persen, setelah Lebaran kemungkinan naik lagi 5 persen,” ujarnya saat beritajateng.tv temui di lapaknya pada Selasa, 7 April 2026.

Menurut Agung, kenaikan tersebut terasa signifikan, terutama untuk barang dengan nilai ratusan ribu rupiah. Ia mencontohkan, kenaikan 10 persen bisa menambah harga hingga puluhan ribu rupiah per item.

BACA JUGA: Harga Plastik Melonjak, Ini Alternatif Kantong Plastik yang Ekonomis dan Ramah Lingkungan

“Kalau barang Rp300 ribu, naik 10 persen kan jadi sekitar Rp30 ribu lebih. Itu banyak,” jelasnya.

Tak hanya satu jenis, hampir semua perabot berbahan plastik mengalami kenaikan, mulai dari teko, toples, hingga wadah air. Bahkan, ia menyebut kenaikan juga merembet ke bahan lain seperti aluminium.

“Plastik semua ikut naik. Teko, toples, tempat buah, semua naik. Bahkan aluminium seperti wajan juga naik,” katanya.

Kondisi ini membuat pedagang harus lebih berhati-hati dalam kulakan. Agung mengaku kini memilih membeli stok dalam jumlah terbatas sambil menunggu harga stabil.

“Ya sedikit-sedikit kalau ada pelanggan saja. Mau kulakan banyak juga bingung, karena harga masih naik,” ujarnya.

Kenaikan Harga Perabot Plastik Sudah Sejak Pertengahan Bulan Puasa

Senada, Rustiningsih, pedagang di Pasar Johar Tengah, juga menyebut kenaikan harga perabot plastik mencapai sekitar 10 persen sejak pertengahan bulan puasa.

“Ada sekitar 10 persen. Jadi kita jualnya juga bingung. Mau tidak mau harus mengikuti harga, kalau tidak ya tidak dapat barang,” katanya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga terjadi pada hampir semua barang, dengan selisih yang cukup terasa di tingkat pedagang. “Misalnya kulakan Rp30 ribu jadi Rp35 ribu, atau dari Rp40 ribu naik lagi. Itu per barang,” ungkapnya.

Rustiningsih pun mengaku sementara waktu menahan pembelian stok karena keterbatasan modal dan tingginya harga. “Sementara belum kulakan lagi, karena modelnya terbatas. Kita juga sambil mantau harga,” ujarnya.

BACA JUGA: Lonjakan Harga Plastik Imbas Perang, Pemprov Jateng Minta Warga Gencarkan Zero Plastic

Terkait penyebab kenaikan, ia menduga faktor global seperti konflik internasional turut memengaruhi harga bahan baku plastik. “Mungkin karena perang itu ya, yang sering diberitakan,” katanya.

Di sisi lain, kenaikan harga ini juga berdampak pada daya beli masyarakat. Pedagang harus menjelaskan kepada pembeli terkait lonjakan harga yang terjadi.

“Kalau ada yang tanya, saya bilang sekarang harganya sudah tidak seperti dulu, naik sekitar 10 persen. Jadi mau tidak mau harus menyesuaikan,” jelasnya.

Baik Agung maupun Rustiningsih berharap pemerintah dapat menstabilkan harga bahan baku plastik, mengingat produk tersebut banyak digunakan oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat menengah ke bawah.

“Harapannya harga bisa stabil lagi, karena plastik ini dipakai pedagang kecil juga,” kata Agung. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp