Tak lama setelah video klarifikasi Chiko itu tersiar, beritajateng.tv mendatangi SMAN 11 Semarang pada Selasa, 14 Oktober 2025. Namun, pada saat itu Kepala SMAN 11 Semarang, Tri Widiyastuti, sedang tak berada di lokasi.
Wakil Kepala (Waka) SMAN 11 Semarang bidang Kehumasan, Miyarsih, juga enggan memberikan klarifikasi soal video tersebut. Namun, ia membenarkan pengambilan video Chiko itu bertempat di SMAN 11 Semarang pada Senin, 13 Oktober 2025 kemarin.
“Iya, kemarin [Senin], iya,” jawab Miyarsih singkat.
Miyarsih pun mengaku tak dapat memberi banyak penjelasan saat Chiko melakukan pengambilan video tersebut. Pihaknya juga tak mau banyak bicara terkait kasus rekayasa konten pornografi yang menurut dugaan melibatkan ratusan siswi dan seorang guru tersebut.
“Kan banyak orang, saya juga kerjaannya tidak hanya menjadi Waka ya; saya juga mengajar, tidak terlibat banyak di situ. Karena ini ranahnya sudah beda, bukan ranah saya sebagai Wakahumas untuk menjawab semua yang berkaitan dengan itu,” pungkasnya.
Ia mengalihkan awak media untuk meminta keterangan dari Kepala SMAN 11 Semarang. Namun, kata Miyarsih, saat itu Kepala SMAN 11 Semarang sedang tak berada di lokasi.
“Jadi ini semua wewenangnya ada di kepala sekolah ya. Saat ini Ibu Kepala Sekolah juga tidak berada di tempat karena ada kepentingan yang lain,” pungkasnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah telusuri, pastikan tak ada pembatalan pada ijazah Chiko
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Kustrisaptono, mengaku pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. Saat beritajateng.tv hubungi via WhatsApp, Selasa, 14 Oktober 2025, Kustri mengaku sedang menunggu kronologi lengkap dari pihak SMANSE.
“Nanti kalau kemrungsung jawab, mengko salah jawab, kan malah nanti kedawan-dawan nggih. Nah, ini sudah terancang, kan ini sekolah juga saya minta tuh kronologisnya bagaimana, ini sedang kami minta jawabannya,” jawab Kustri.





