SEMARANG, beritajateng.tv – Hotel Grand Candi Semarang kembali menggelar Pasar Senggol pada Minggu, 23 Juni 2024. Gelaran ini merupakan even rutinan tiap bulannya.
Namun, suasana berbeda terasa di Pasar Senggol hari ini. Jika biasanya penuh dengan semarak lomba yang diikuti anak kecil, Pasar Senggol kali ini menghadirkan ratusan gamer dalam turnamen Free Fire (FF).
Public Relation & Marketing Communication Hotel Grand Candi Semarang, Adrian Reynald, menjelaskan, sebagai gelaran yang rutin terselenggara selama lebih dari 10 tahun, Pasar Senggol kini ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda.
Salah satu caranya, yakni dengan mengundang Komunitas FF Semarang untuk mengisi Pasar Senggol kali ini.
BACA JUGA: Video Fashion Show Anak Meriahkan Pasar Senggol Semarang
“Hotel Grand Candi memilih sesuatu yang baru. Pasar Senggol selama ini terkenalnya dengan budaya yang tentunya lekat dengan kesan orang tua, kali ini kami hadirkan anak muda,” katanya kepada beritajateng.tv, di sela kegiatan.
Sebelumnya, lanjut Adrian, Pasar Senggol juga pernah menggandeng anak muda. Yakni, dengan tema Korean-Pop (Kpop) Noraebang beberapa bulan yang lalu.
Mendapat respons yang positif, menurutnya, tak ada salahnya untuk memberi wadah kepada anak muda lagi. Terlebih, tema Pasar Senggol hari ini ialah “Yang Muda Yang Menginspirasi’.
“Kita ingin melihat anak-anak muda yang bisa menginspirasi di komunitasnya. Di komunitas FF tentunya banyak yang berprestasi di bidang e-sport, yang bisa menginspirasi sesama anak muda,” sambungnya.
Pasar Senggol Grand Candi tak tinggalkan kebudayaan
Lebih lanjut, meski mengusung konsep yang berbeda, Pasar Senggol tetap tak menghilangkan identitas kebudayaannya. Bersama Komunitas Diajeng, Pasar Senggol menghadirkan talkshow, workshop, hingga flashmob kebudayaan.
Adrian menambahkan, pihaknya juga menghadirkan narasumber Nur Sitha yang merupakan Duta Bahasa Jawa Tengah 2019. Hal itu selaras dengan tema “Yang Muda Yang Menginspirasi”.
Uniknya, tak hanya kebudayaan lokal Semarang, dalam sesi Komunitas Diajeng nanti akan ada workshop Sanggul Lelunakan yang merupakan sanggul khas Bali.
BACA JUGA: Padukan Olahraga Serta Budaya, Pasar Senggol Hadirkan Liga Catur di Hotel Grand Candi Semarang
“Ini adalah salah satu bukti nyata Hotel Grand Candi dalam melestarikan kebudayaan khsuusnya kebudayaan lokal, tak hanya di Semarang,” bebernya.
Di sisi lain, Pasar Senggol juga mewadahi komunitas hobi yaitu Komunitas Satwa Eksotik (KSE) Semarang yang memamerkan koleksi hewan-hewan eksotiknya. Seperti ular, iguana, dan sugar glider.
Tak ketinggalan, ada juga festival kuliner di mana sejumlah UMKM lokal menjajakan dagangannya dengan harga yang terjangkau.
“Harapannya dengan Pasar Senggol ini masyarakat di Kota Semarang dapat punya hiburan yang terjangkau, khususnya di hotel bintang 5 dan free,” harap Adrian. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





