SEMARANG, beritajateng.tv – Peringatan dini cuaca kembali dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk wilayah Jawa Tengah, Rabu sore, 24 Desember 2025. Lembaga tersebut mengingatkan potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang pada sejumlah daerah. Kondisi cuaca ekstrem ini berpeluang mengganggu aktivitas masyarakat hingga malam hari.
BMKG menyampaikan update resmi melalui rilis cuaca pukul 15.50 WIB. Informasi tersebut menyebut potensi hujan sedang hingga lebat mulai muncul sekitar pukul 16.00 WIB. Prakiraan menunjukkan hujan berpeluang bertahan sampai sekitar pukul 18.30 WIB.
Pihak BMKG Jawa Tengah, Rudi Hartono, menjelaskan potensi cuaca buruk ini muncul akibat aktivitas awan konvektif yang cukup intens. Ia menilai dinamika atmosfer sore hari memicu pembentukan awan hujan secara cepat. “Kami mencermati pertumbuhan awan hujan yang signifikan sejak siang,” ujar Rudi.
Selain itu, BMKG mencatat sedikitnya 11 kabupaten dan kota berpotensi terdampak hujan lebat. Wilayah tersebut tersebar pada kawasan selatan, tengah, hingga timur Jawa Tengah. Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau warga mempersiapkan diri saat beraktivitas luar ruangan,” kata Rudi. Ia menambahkan, “Petir dan angin kencang berpotensi muncul secara tiba-tiba.”
BACA JUGA: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Tengah Hingga 10 Desember, Ini Sebaran Daerahnya
Kabupaten Cilacap menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam daftar peringatan. Kecamatan Adipala dan Binangun berpotensi mengalami hujan intensitas tinggi. Selanjutnya, Kabupaten Banyumas berpeluang terdampak pada wilayah Tambak.
Potensi hujan petir juga menyasar Kabupaten Banjarnegara. Sejumlah kecamatan seperti Susukan, Mandiraja, Purwanegara, hingga Pagedongan masuk wilayah waspada. Kondisi serupa berpeluang muncul di Kabupaten Kebumen, meliputi Ayah, Buayan, Gombong, hingga Karangsambung.
Peringatan Dini Cuaca Berlaku Hingga Malam
BMKG menyebut peringatan dini cuaca masih relevan hingga malam hari. Kabupaten Purworejo berpotensi terdampak pada wilayah Bruno. Kabupaten Wonosobo juga menghadapi risiko hujan petir hampir merata. Kecamatan Wadaslintang, Sapuran, hingga Kalibawang masuk dalam daftar pantauan.
Wilayah Magelang tidak luput dari potensi cuaca ekstrem. Kecamatan Borobudur, Muntilan, hingga Bandongan berpeluang mengalami hujan lebat. Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri juga tercatat menghadapi ancaman serupa pada beberapa kecamatan.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Siti Aminah, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Ia menilai hujan lebat berpotensi memicu genangan hingga gangguan lalu lintas. “Kami meminta warga menghindari area terbuka saat petir terjadi,” ucap Siti.
BACA JUGA: Waspada Cuaca Ekstrem di Jateng Selatan, BMKG: Curah Hujan Capai 500 Milimeter
Kabupaten Karanganyar dan Sragen juga masuk wilayah peringatan. Sejumlah kecamatan seperti Tawangmangu, Karanganyar, hingga Sambungmacan berpeluang mengalami hujan intens. BMKG bahkan memprediksi hujan dapat meluas ke kawasan Waduk Gadjah Mungkur dan Waduk Kedungombo.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah mengingatkan kesiapsiagaan daerah. Kepala Pelaksana BPBD Jateng, Agus Wibowo, menyebut pihaknya terus memantau perkembangan cuaca. “Kami siap berkoordinasi dengan daerah jika terjadi dampak,” ujar Agus.
Ia menambahkan, “Masyarakat sebaiknya mengikuti informasi resmi dan tidak panik.” Dengan demikian, kewaspadaan dapat meminimalkan risiko kerugian. (*)





