Jateng

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Cilacap-Banjarnegara, Kota Semarang Hujan Ringan hingga Sedang

×

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Cilacap-Banjarnegara, Kota Semarang Hujan Ringan hingga Sedang

Sebarkan artikel ini
Hujan Jateng | BMKG Hujan Pantura Timur | BMKG Cuaca Ekstrem | Curah Hujan Jawa Tengah | Cuaca Pemudik | Cuaca Ekstrem Jateng
Ilustrasi hujan lebat. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Kota Semarang masih berpotensi hujan dalam tujuh hari ke depan.

Intensitasnya didominasi hujan ringan hingga sedang, terutama di wilayah Semarang bagian selatan.

“Untuk 7 hari ke depan wilayah Kota Semarang masih ada potensi hujan, umumnya ringan sedang terutama untuk wilayah-wilayah di Semarang bagian selatan,” ujar Prakirawan BMKG Ahmad Yani, Jannah Indriyani, saat ditemui di kantornya.

Indri menambahkan, potensi hujan di wilayah Jawa Tengah juga relatif tinggi. Beberapa daerah bahkan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dalam sepekan mendatang.

“Untuk wilayah Jawa Tengah sendiri ini juga masih ada potensi hujan umumnya ringan sedang, ada juga potensi hujan sedang hingga lebat,” jelasnya.

Cilacap Utara–Banjarnegara masuk zona hujan lebat, waspada pergerakan tanah

Indri menjelaskan, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah dengan topografi dataran tinggi atau pegunungan. Kawasan Pegunungan Tengah Jawa Tengah menjadi titik paling perlu di waspadai.

“Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat terutama terjadi di wilayah Pegunungan Tengah seperti Cilacap Utara, kemudian di Banyumas, kemudian Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan sekitarnya,” terang Indri.

BACA JUGA: Jelang Puncak Musim Hujan, BPBD Blora Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana: Waspada Banjir-Longsor

Selain itu, kawasan Jawa Tengah bagian timur juga menunjukkan pola hujan signifikan.

“Kemudian ada juga di wilayah Jawa Tengah bagian Timur seperti Grobogan, Blora dan sekitarnya,” sambungnya.

Indri mengingatkan, Desember hingga Februari adalah periode puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

“Untuk Desember, Januari hingga Februari ini untuk wilayah Jawa Tengah umumnya beberapa wilayah sudah memasuki puncak musim hujannya,” ujarnya.

BMKG minta warga di daerah rawan longsor waspada, ikuti instruksi BPBD

Lebih lanjut, BMKG mencatat sejumlah wilayah pegunungan dan lereng memiliki historis kejadian pergerakan tanah yang perlu diwaspadai selama puncak musim hujan.

“Untuk wilayah-wilayah yang rawan pergeseran tanah seperti di Pegunungan, seperti di Cilacap bagian Utara, kemudian di Kabupaten Pekalongan sisi Selatan, kemudian di Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga dan sekitarnya,” kata Indri.

Ia menegaskan masyarakat di wilayah bertanah labil harus lebih waspada apabila hujan turun secara menerus.

“Himbauan kepada masyarakat ini terkait dengan saat ini memang wilayah Jawa Tengah umumnya sudah memasuki puncak-puncak musim hujan. Untuk wilayah-wilayah yang topografi tanahnya labil untuk dapat selalu mewaspadai jika ada hujan yang terus-menerus,” tegasnya.

BACA JUGA: Vegetasi di Majenang Cilacap Zona Hijau, BPBD Ungkap Retakan dan Hujan Deras Picu Longsor

Indri meminta masyarakat selalu mengikuti arahan dari BPBD dan pemerintah daerah terkait kemungkinan longsor maupun kebutuhan evakuasi dini.

“Untuk dapat terus mengikuti instruksi BPBD maupun pemerintah daerah terkait potensi longsor, pengungsian, dan lain-lain untuk dapat selalu monitor dan selalu waspada,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp