Jateng

BSI Mandiri Jaya Genuk, Bank Sampah yang Ubah Limbah Jadi Cuan dan Manfaat Lingkungan

×

BSI Mandiri Jaya Genuk, Bank Sampah yang Ubah Limbah Jadi Cuan dan Manfaat Lingkungan

Sebarkan artikel ini
sampah plastik genuk semarang
Mbah Kuncung saat memilah sampah plastik di Bank Sampah Induk Mandiri Jaya Genuk. Senin, 11 Agustus 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejak resmi berdiri pada Juni 2025, Bank Sampah Induk (BSI) Mandiri Jaya di Kecamatan Genuk, Semarang telah menjadi pusat pengolahan limbah plastik yang aktif dan konsisten hingga mampu mengirim hasil sampah plastik langsung ke Unilever setiap triwulan.

Pendiri BSI Mandiri Jaya, Mbah Kuncung, sapaan akrabnya, memutuskan untuk membangun usaha pengelolaan sampah ini secara mandiri. Dengan bantuan 5 pegawai, Mbah Kuncung yang bekerja sebagai terapis penyakit dalam, mengelola bank sampah tersebut.

Dengan modal awal sebesar Rp150 juta yang semula untuk pernikahan anaknya, dialihkan untuk menyewa tempat dan membeli peralatan pengolahan plastik. Hal itu berlangsung karena kepeduliannya terhadap lingkungan.

“Saya memang risi kalau melihat sampah berserakan. Akhirnya nekat saja mendirikan ini demi lingkungan,” ujarnya saat beritajateng.tv temui pada Senin, 11 Agustus 2025.

Proses penjemputan hingga penyortiran sampah plastik

BSI Mandiri Jaya menerima sampah plastik dari wilayah Kecamatan Genuk. Sampah yang diterima dikumpulkan dari bank sampah kelurahan atau diantar langsung warga, kemudian dijemput dua kali seminggu, biasanya Jumat dan Minggu, dengan target minimal 150-200 kg setiap kelurahan.

BACA JUGA: Kreatif! Kecamatan Semarang Tengah Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block

Setelah sampai di lokasi, pemilahan sampah berlangsung sesuai jenis dan warna, lalu di pres dan di simpan hingga kapasitas kirim terpenuhi. Tidak hanya dari setiap kelurahan, BSI Mandiri Jaya juga menerima sampah plastik dari per orangan.

Meski masih tergolong baru, BSI Mandiri Jaya mampu menghasilkan rata-rata Rp5 juta per bulan dari penjualan sampah plastik dan tambahan dari kardus atau botol plastik.

“Awalnya kan enggak nerima kardus, tapi kadang warga itu bilang bawa aja kardusnya sekalian, ya saya bawa lumayan buat tambahan,” ungkapnya.

Sementara itu, sampah plastik yang berhasil BSI Mandiri Jaya kumpulkan dari Kecamatan Genuk sekitar 1 ton setiap bulan. Dari hasil sampah plastik itu, nantinya akan diteruskan ke Unilever.

Mbah Kuncung menjelaskan bahwa setiap tiga bulan akan ada penjemputan sampah dari Unilever untuk diolah kembali. Volume sampah plastik yang diangkut bisa mencapai 3 ton per pengiriman.

Harga jual sampah plastik bervariasi, mulai dari Rp300/kg untuk saset aluminium foil, Rp500–Rp700/kg untuk plastik campuran, Rp500/kg untuk plastik minyak, Rp1.000/kg untuk plastik putih, hingga Rp1.500/kg untuk botol plastik bening berkualitas tinggi.

Tantangan untuk mengedukasi warga

Salah satu tantangan terbesar adalah rendahnya partisipasi di luar Kecamatan Genuk. Padahal, menurut pengelola, volume 150-200 kg plastik per bulan seharusnya tidak sulit terpenuhi jika warga rutin memilah sampah rumah tangga.

“Semua kembali ke niat dan kepedulian lingkungan. Di Genuk, meski tempat terbatas, kesadaran warganya tinggi, makanya bisa lebih dari satu ton per bulan,” jelasnya.

BACA JUGA: Semarang Bakal Terapkan Teknologi Faspol 5.0 Inovasi BRIN, Hasilkan BBM Petasol dari Sampah Plastik Residu

Dengan semangat mandiri dan komitmen menjaga lingkungan, BSI Mandiri Jaya kini menjadi satu-satunya bank sampah induk di Kota Semarang yang secara rutin aktif melakukan pengumpulan sampah sekaligus menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah bisa memberi manfaat ekonomi dan lingkungan sekaligus. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp