Ekbis

BTN Housingpreneur 2026 Hadir di Semarang, Bedah Inovasi Rumah Masa Kini dan Peluang Bisnis Properti

×

BTN Housingpreneur 2026 Hadir di Semarang, Bedah Inovasi Rumah Masa Kini dan Peluang Bisnis Properti

Sebarkan artikel ini
BTN Housingpreneur 2026 Hadir di Semarang, Bedah Inovasi Rumah Masa Kini dan Peluang Bisnis Properti
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN melalui roadshow BTN Housingpreneur Batch 3 di Undip, Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kebutuhan rumah di Jawa Tengah yang masih mencapai sekitar 990.000 unit menjadi peluang besar bagi pengembangan industri perumahan.

Tantangannya bukan sekadar membangun lebih banyak rumah, tetapi menghadirkan hunian yang terjangkau, layak, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN melalui roadshow BTN Housingpreneur Batch 3 di Undip, Semarang, Senin (19/10/2026).

Mengusung tema “Rumah Zaman Now: Jawab Kebutuhan, Wujudkan Kelayakan”, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan pelaku industri. Untuk membahas inovasi perumahan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang bisnis baru.

Program ini juga mendorong generasi muda agar tidak hanya melihat sektor properti dari sisi pembangunan fisik. Tetapi turut mengembangkan solusi melalui desain, teknologi, material, efisiensi energi, hingga layanan digital.

Regional Head BTN Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Fitri Novianty R. Kusuma, mengatakan kebutuhan rumah di Jawa Tengah yang masih berada di kisaran 990.000 unit menunjukkan besarnya potensi pengembangan sektor perumahan di wilayah tersebut.

Menurutnya, peluang usaha di sektor perumahan tidak terbatas pada pembangunan rumah. Ada banyak bidang lain yang dapat dikembangkan untuk membentuk ekosistem hunian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Ketika kita berbicara tentang perumahan, yang terbayang mungkin adalah rumah dan bangunan. Padahal, ekosistem housing jauh lebih luas, mulai dari desain dan tata kota, material, konstruksi, teknologi, solusi digital, efisiensi energi, hingga akses pembiayaan. Tantangannya bukan hanya membangun lebih banyak rumah, tetapi bagaimana menghadirkan hunian yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Fitri.

BACA JUGA: BTN Salurkan KPR Terbanyak di Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi, 30.203 Debitur Resmi Miliki Hunian 

Sejalan dengan perkembangan tersebut, BTN memperluas bisnis melalui strategi Beyond Mortgage.

Strategi ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR), tetapi juga pengembangan ekosistem perumahan dan layanan digital.

Di Semarang, penguatan layanan digital tersebut antara lain diwujudkan melalui kehadiran Digital Store BTN KCP Karangayu.

Fitri berharap BTN Housingpreneur dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan pelaku usaha di Jawa Tengah untuk melahirkan gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Termasuk pengembangan kawasan hunian yang terintegrasi dengan fasilitas pendukung.

“Ide yang baik tidak harus langsung sempurna. Yang penting berangkat dari kebutuhan nyata dan memiliki manfaat,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Prof. Dr.rer.nat. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., mengapresiasi penyelenggaraan BTN Housingpreneur sebagai sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan mengembangkan kompetensi di luar kegiatan perkuliahan.

Menurut Heru, persaingan pada era modern semakin bertumpu pada penguasaan pengetahuan, teknologi, dan kemampuan menghasilkan inovasi.

Karena itu, generasi muda perlu mengembangkan kemampuan lintas disiplin agar mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks.

“Kompetisi itu sudah berubah dari resource-based menjadi knowledge and technology-based atau innovation. Jadi, siapa yang mempunyai inovasi, siapa kemudian yang mempunyai knowledge. Itu yang akan memenangkan satu pertandingan atau kompetisi,” ujar Heru.

BACA JUGA: Gencarkan Edukasi Literasi Keuangan, Kenalkan Mobile Banking Bale by BTN 

Ia menilai pengembangan hunian masa kini perlu mempertimbangkan lebih banyak aspek daripada sekadar bentuk bangunan.

Keterjangkauan, efisiensi energi, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan sumber daya menjadi bagian penting dalam menciptakan rumah yang mendukung kualitas hidup keluarga.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan industri, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan gagasan yang tidak berhenti pada konsep. Tetapi berpotensi penerapannya sebagai solusi nyata di masyarakat.

Pembahasan mengenai hunian masa kini juga mengemuka dalam sesi Inspiration Talk BTN Housingpreneur di Undip.

Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Guru Besar Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Undip, Prof. Dr. Sunarti, S.T., M.T.; Vice Chancellor MarkPlus Institute, Dr. Jacky Mussry. Founder SPOA Architecture & Smiljan Space, Rahmat Indrani; serta Direktur PT Andalusia Intra Teknologi (GridSolr), Hamdan Wahyudi, yang meraih juara ketiga BTN Housingpreneur 2025.

Sunarti menjelaskan bahwa kelayakan rumah tidak cukup di ukur dari kondisi satu bangunan. Penilaian juga perlu mencakup lingkungan tempat tinggal, kebutuhan penghuni, kondisi alam, fasilitas umum, infrastruktur, serta aksesibilitas.

“Layak itu kita tidak hanya layak melihat dari single building-nya, tapi layak harus dalam satu kawasan,” ujar Sunarti.

Menurutnya, konsep hunian perlu disesuaikan dengan karakter wilayah dan kemampuan ekonomi masyarakat.

Kebutuhan tempat tinggal di pusat kota dapat berbeda dengan kawasan pinggiran, baik dari sisi luas bangunan, bentuk hunian, maupun akses terhadap fasilitas pendukung.

BACA JUGA: BTN Luncurkan Program Merdeka Punya Rumah Idaman, KPR Bunga Mulai 2,65 Persen 

Berdasarkan riset, hunian vertikal dan rumah berukuran lebih kecil cenderung menjadi pilihan di pusat kota. Sementara itu, rumah tapak masih diminati di wilayah pinggiran.

Perbedaan karakter tersebut menjadi pertimbangan penting dalam merancang hunian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Tetapi juga mendukung aktivitas sehari-hari penghuninya.

Diskusi turut membahas desain rumah yang efisien dan fungsional, perubahan preferensi konsumen, penerapan teknologi smart home, serta pemanfaatan material dan energi secara lebih efisien.

Berbagai pendekatan tersebut membuka peluang bagi pengembang, arsitek, mahasiswa, dan pelaku usaha untuk menghadirkan produk perumahan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

BTN Housingpreneur Batch 3 memberikan kesempatan kepada mahasiswa, masyarakat umum, developer, dan pelaku usaha untuk mengembangkan gagasan maupun bisnis di sektor perumahan.

Kompetisi ini terbagi dalam dua kelompok utama, yaitu Business Ideation dan Established Business.

Kelompok Business Ideation mencakup tiga kategori, yakni Rumah Nusantara, Housing Design, dan Housing Innovation.

Sementara itu, kelompok Established Business menyediakan kategori Rumah Nusantara, Housing Ecosystem, Housing Tech, Housing Design, Affordable Housing, dan Commercial Housing.

Pendaftaran mulai 28 September hingga 30 November 2026. Setelah itu, peserta akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi, meliputi Initial Screening, Business & Idea Evaluation, dan Live Pitching sebelum memasuki tahap final.

Rangkaian BTN Housingpreneur Batch 3 rencananya berlanjut hingga awal 2027 dan mencapai puncaknya dalam BTN Expo.

Program ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan ide, menguji potensi bisnis. Serta menghadirkan inovasi yang dapat di terapkan dalam industri perumahan.

Melalui BTN Housingpreneur Batch 3, BTN berharap Jawa Tengah dan DIY tidak hanya menjadi pasar pertumbuhan properti. Tetapi juga berkembang sebagai pusat lahirnya inovasi hunian.

Dengan kebutuhan rumah yang masih besar, kolaborasi antara perbankan, perguruan tinggi. Pengembang, dan pelaku teknologi harapannya mampu mendorong terciptanya hunian yang lebih terjangkau, layak, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp