Jateng

Bulan Ramadhan, Saatnya Muhasabah Perjalanan Kehidupan

×

Bulan Ramadhan, Saatnya Muhasabah Perjalanan Kehidupan

Sebarkan artikel ini
bulan ramadhan
Para Lansia bersemangat untuk mengikuti pesantren kilat yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan, Minggu (2/4/2023).

SEMARANG, beritajateng.tv – Bulan Ramadhan kerapkali menjadi ajang bagi sebagian orang untuk memperbaiki kualitas diri.

Misalnya saja ratusan Lansia di kota Semarang yang aktif mengikuti kegiatan positif seperti mengikuti pengajian, mendengarkan tausiah, semaan Al Quran dan kegiatan lainnya.

Selama Ramadhan ini, Pesantren Lansia Roodhiyatam Mardhiyyah ramai para Lansia mengikuti berbagai kegiatan seperti tausiah, semaan Al Quran dan kegiatan lainnya. Pesanten ini terletak di di Jalan Dewi Sartika RT 09 RW 05, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Menurut Pembina Pesantren Lansia, Muntanginah menuturkan bahwa tujuan penyelenggaraan pesantren kilat bulan Ramadhan khusus Lansia yakni meningkatkan kualitas ibadah agar bisa meraih kebaikan hidup dan khusnul khotimah.

“Pesantren Ramadhan untuk Lansia kami selenggarakan untuk membekali lansia, terutama dalam  bulan Ramadhan terutama mengoptimalkan ibadahnya. Selain itu membekali mereka agar pasca Ramadhan mereka memiliki kualitas hidup yang baik agar mengantarkan mereka khusnul khotimah,” tuturnya kepada wartawan beritajateng.tv.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan pesantren kilat bagi Lansia ini bukan kali pertama dan bukan satu-satunya program yang sudah terlaksana. Ada beberapa aktivitas pesantren lain yang berkembang hingga hari ini.

“Kegiatannya ada tiga. Pertama, pesantren reguler yang dilaksanakan setiap hari bahkan di luar Ramadhan. Kedua, pesantren kilat yang terselenggara setiap Jumat, Sabtu, Ahad,” sambungnya.

Bulan Ramadhan: Bengkel Akhlak Manusia

Mereka yang datang di sini rata-rata berawal dari nol belum bisa membaca Al-Qur’an. “Berkat keseriusan, ketekunan mempelajari ilmu agama dan optimis, akhirnya mereka bisa,” kata Muntafingah, Pembina Pesantren Lansia.

Lebih lanjut, Muntafingah menyebut rata-rata para Lansia yang mengikuti pesantren di bulan Ramadhan ini berusia 60 hingga 70 tahun lebih. “Mereka berniat ikut pesantren Lansia Ramadhan untuk bertobat, menyiapkan bekal ilmu agama di akhir usia dan untuk menjadi manusia yang berkualitas,” ujarnya.

Selama bulan puasa, kegiatan berfokus di akhir pekan (weekend) dengan berbagai kegiatan. Salah satunya semaan Al-Quran, menuntut ilmu agama, olahraga dan berkebun.

Sebagaimana yang kita ketahui, pesantren kilat di bulan suci menjadi aktivitas tahunan yang tentunya rutin terlaksana.

Pelaksanaan pesantren kilat ibarat bengkel karakter manusia. Jika di luar bulan suci ini banyak melakukan kesalahan, melalui pesantren kilat bisa menjadi sarana untuk muhasabah diri dan memperbaiki amalan kehidupan.

Tak jarang jika ada banyak pesantren yang menjadikan aktivitas ini sebagai aktivitas yang wajib. Hal tersebut karena untuk menyegarkan kembali keimanan yang sempat menurun akibat efek dosa yang menutupi hati (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp