DEMAK, beritajateng.tv – Bupati Demak Eistianah berencana daftarkan tradisi Grebeg Besar Demak ke UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).
Kata Bupati Demak Eistianah saat melakukan tradisi ziarah ke makam Raja-raja Demak bersama jajaran petinggi kabupaten Demak.
Ziarah makam raja-raja ini berlangsung jelang tradisi tahunan Grebeg besar Demak, Senin 12 Juni 2023.
Tampak lain dalam penyambutan petinggi dan tokoh agama yang mengikuti rangkaian kegiatan Grebeg besar. Salah satunya ziarah makam Raja Demak yang berada di kawasan Masjid Agung Demak. Di lokasi itu, makam raja-raja Demak tampak begitu indah dengan balutan bunga dan pernak pernik jaman kerajaan di setiap makam.
Bupati Demak Eistianah mengatakan, kedepannya pemerintah kabupaten Demak akan mengajuan pendaftaran keseluruhan rangkaian tradisi Grebeg Besar Demak ke UNESCO.
Ia menilai tradisi Grebeg besar ini sebagai warisan budaya leluhur yang di akui dunia.
” Itu sudah menjadi agenda kita. Saat pelaksanaan Pisowanan kepada Sesepuh Kadilangu, Kabupaten Demak untuk membahas rangkaian awal Grebeg Besar Demak.” tutur Bupati, sesaat melakukan tabur bunga di makam Raja Demak pertama, Abdul Fattah atau Raden Fattah.
Eistianah mengaku jika tradisi ziarah makam leluhur ini merupakan bentuk hormat kepada sesepuh. Dengan berdoa bersama dengan seluruh forkopimda Demak. Serta memohon restu agar rangkaian kegiatan tradisi Grebeg besar Demak yang akan berlangsung pada 18 Juni 2023 mendatang berjalan aman dan kondusif.
Rencana Daftarkan Tradisi Grebeg Besar Demak ke UNESCO
“Harapannya grebeg besar nanti berjalan sukses dan dapat mensejahterakan masyarakat. Seperti pada jaman Kerajaan Demak tempo dulu,” ujar Bupati Demak Eistianah sambil tersenyum.
Selain itu, Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamete menanggapi positif rencana pendaftaran Grebeg besar ke UNESCO.
UNESCO merupakan rganisasi Internasional yang bergerak pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan dunia.
Mengingat tradisi Grebeg besar merupakan agenda rutin tahunan. Dan sudah seharusnya di kemas dengan lebih serius. Sekaligus bisa mengangkat budaya lokal asli Demak untuk diperkenalkan di tingkat nasional bahkan dunia.
“Saya dukung rencana pendaftaran tradisi ini ke UNESCO. Agar nantinya bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Demak,” pungkas Fahrudin Bisri Slamet.(*)
Editor : Elly Amaliyah





