BACA JUGA: Ombudsman Jateng Perketat Pengawasan Jalur Masuk SPMB 2025, Mulai dari KK hingga Keaslian Piagam
Menurutnya tak ada kuota khusus bagi anak disabilitas. Asalkan mereka lulus assesment, maka dapat sekolah pilihan terima.
“Kami tidak menentukan kuota. Berapa pun jumlah penyandang disabilitas yang mendaftar dan mendapat rekomendasi dari tim asesmen, semuanya menjadi prioritas diterima,” tegasnya.
Tahun 2024, sebanyak 139 SMA dan SMK negeri terima murid disabilitas
Pihaknya mengungkap, ada 139 sekolah negeri di Jawa Tengah yang menerima anak disabilitas untuk menjadi siswa inklusi pada tahun 2024. Adapun jumlah anaknya mencapai 550 anak.
“Pada SPMB 2025 masih proses. Tapi kalau tahun lalu kita sudah punya 139 sekolah yang sudah menerima siswa inklusi di seluruh Jawa Tengah. Serta itu jumlahnya sekitar 550 murid disabilitas yang sudah belajar,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





