“Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah pengembangan manusia. Melalui kompetisi terstruktur seperti Campus League, kita tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter, ԁisiplin, dan sportivitas generasi muda. Bayan Group berkomitmen untuk terus ‘Berkarya Nyata, Bangun Bangsa’ dengan menyediakan wadah inklusif bagi talenta lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Merlin.
Sementara itu, Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyatakan bahwa olahraga kampus merupakan miniatur dunia profesional.
“Sejalan dengan Campus League yang berinvestasi pada pembangunan karakter, kedisiplinan, dan daya juang atlet mahasiswa, Polytron menghadirkan dukungan melalui infrastruktur teknologi. Kami turut meramaikan Campus League dengan menghadirkan Polytron Luxia untuk mendukung aktivitas akademik mahasiswa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perangkat tersebut ԁirancang sesuai kebutuhan mahasiswa dengan mobilitas tinggi, mengedepankan desain ringan, daya tahan baterai yang lama, serta performa yang andal.
“Kami menyadari bahwa sebagian besar atlet mahasiswa akan berkarier di luar dunia olahraga. Karena itu, Polytron Luxia berkomitmen mendampingi setiap tahap perjalanan mereka. Mulai dari meraih prestasi di lapangan, menempuh pendidikan di kampus, hingga berkiprah di dunia profesional,” tutur Tekno.
Campus League berlandaskan tiga pilar utama, yaitu Akademik (academics), Atletisme (athleticism), dan Afinitas (affinity). Ketiga pilar tersebut ԁirancang untuk membentuk generasi muda yang unggul secara akademik, tangguh secara fisik, serta memiliki kepedulian sosial tinggi.
Tiga Fase Peta Jalan Strategis
Terinspirasi dari sistem National Collegiate Athletic Association (NCAA) di Amerika Serikat, Campus League telah menyusun peta jalan strategis dalam tiga fase:





