Ucapan yang tak pernah tersampaikan, hingga relasi yang retak namun dibiarkan membisu.
Di tengah suasana berkabung, konflik-konflik kecil yang selama ini terpendam justru mencuat.
Adu argumen, sorot mata penuh kecurigaan, dan keheningan yang menyesakkan membentuk teror psikologis yang perlahan menghimpit penonton.
Film ini secara subtil menegaskan bahwa keluarga bisa menjadi ruang paling berbahaya ketika kejujuran dihindari.
Ketakutan pun lahir bukan dari makhluk tak kasatmata, melainkan dari ketidakmampuan manusia untuk berdamai satu sama lain. (*)





