SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang resmi menerbitkan Surat Edaran terkait pengaturan jam operasional usaha hiburan selama Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/Tahun 2026.
Kebijakan ini sebagai upaya menjaga suasana kondusif, saling menghormati, serta mendukung kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.
Surat Edaran Wali Kota Semarang Nomor B/306/100.3.4.3/11/2026 mengatur operasional sejumlah jenis usaha hiburan. Seperti diskotik, kelab malam, pub, karaoke, billiard, panti pijat, bar/bottle shop, serta SPA. Aturan ini berlaku sejak awal Ramadan hingga masa Lebaran.
Pada awal Ramadan, seluruh usaha diskotik/kelab malam/pub, karaoke, billiard, panti pijat, SPA sehat, panti pijat refleksi, serta bar/bottle shop (baik di dalam maupun luar hotel) tutup selama dua hari, mulai tanggal 18 hingga 19 Februari 2026.
Selama Bulan Ramadan, usaha hiburan dapat beroperasi dengan pembatasan jam operasional dan Satpol PP melakukan pengawasan.
Diskotik/kelab malam/pub, karaoke, serta bar/bottle shop diperbolehkan buka pukul 18.00 hingga 01.00 WIB.
Family karaoke atau karaoke keluarga buka pukul 15.00 hingga 24.00 WIB, panti pijat refleksi buka pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. SPA sehat buka pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, panti pijat buka pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, serta billiard buka pukul 10.00 hingga 24.00 WIB.
BACA JUGA: Dugderan 2026 Semarang Meriah, Tradisi Sambut Ramadan 1447 H Kembali Digelar
Sementara itu, pada masa Hari Raya Idul Fitri, seluruh usaha hiburan di tutup mulai tanggal 18 hingga 24 Maret 2026.
Pemerintah Kota Semarang melalui Satpol PP mengimbau seluruh pelaku usaha hiburan agar mematuhi ketentuan tersebut serta menjaga pelaksanaan ibadah Ramadan.
Pelanggaran terhadap ketentuan jam operasional akan di kenakan sanksi sesuai Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2010 tentang kepariwisataan.
Ketentuan jam operasional ini juga telah disiapkan melalui proses koordinasi yang melibatkan berbagai pihak. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang sebelumnya telah menyelenggarakan rapat bersama stakeholder pemerintah, seperti Kementerian Agama, Kesbangpol, Satpol PP, serta perwakilan pelaku usaha hiburan melalui paguyuban entertainment Kota Semarang. Dalam forum tersebut hadir pula ketua bidang usaha karaoke, panti pijat, spa, klub malam, hingga billiard.
Hasil rapat koordinasi kemudian di ajukan kepada Sekretaris Daerah dan Wali Kota Semarang sebagai dasar penetapan Surat Edaran. Setelah persetujuan dan penandatanganan, ketentuan ini selanjutnya di sosialisasikan melalui paguyuban/asosiasi usaha hiburan. Serta kanal informasi resmi yang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.
Pemkot Semarang berharap aturan ini dapat menjadi pedoman bersama dalam menciptakan suasana Ramadan yang aman, nyaman. Serta penuh rasa saling menghargai di tengah masyarakat.
Informasi lengkap mengenai Surat Edaran ini dapat di akses melalui tautan: smg.city/sehiburan2026. (*)





