Jateng

Cukup Sepuluh Betina dan Satu Jantan, Sumanto Ajarkan Cara Beternak Ayam Kampung

×

Cukup Sepuluh Betina dan Satu Jantan, Sumanto Ajarkan Cara Beternak Ayam Kampung

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat menggelar reses di Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Ricky Fitriyanto/beritajateng.tv)

KARANGANYAR, beritajateng.tv – Upaya meningkatkan perekonomian keluarga terus didorong melalui berbagai sektor, salah satunya peternakan rumahan. Ketua DPRD Jateng Sumanto mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan beternak ayam kampung secara sederhana sebagai sumber pendapatan tambahan yang menjanjikan.

Menurut Sumanto, beternak ayam kampung relatif mudah dan tidak membutuhkan modal besar. Selain itu, permintaan pasar terhadap daging dan telur ayam kampung cenderung stabil, bahkan meningkat karena lebih sehat dan memiliki cita rasa khas daripada ayam ras.

“Peternakan berdaya dapat warga mulai dari skala kecil dengan memelihara sepuluh ayam kampung betina dan satu ayam kampung jantan. Ini modalnya kecil dan tidak muluk-muluk, tapi hasilnya menjanjikan,” ujarnya saat menggelar Sosialisasi di Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.

BACA JUGA: Komite Seni Budaya Nusantara Puji Pentas Wayang Kulit Ketua DPRD Jateng Sumanto

Menurut Sumanto, beternak ayam kampung tidak harus langsung dalam jumlah besar. Yang penting konsisten dalam perawatan, menjaga kebersihan kandang, serta memperhatikan kesehatan ayam. Ayam kampung sendiri memiliki keunggulan daya tahan tinggi terhadap penyakit, pertumbuhannya cepat, produksi telur tinggi mencapai 60 hingga 100 butir per tahun, dagingnya gurih dan cocok untuk pasar lokal, serta usaha skala kecil dan menengah.

Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat menggelar reses di Resto Jimbaran, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Ricky Fitriyanto/beritajateng.tv)

Sementara itu, pencegahan dari penyakit juga relatif mudah. Yaitu dengan memberikan ramuan Kunyit, Temulawak, Jahe (Kuteja), menghindari kandang lembap, membuat ventilasi udara, karantina ayam baru minimal 7 hari, serta menjaga kebersihan kandang.

Sumanto sebut ternak ayam sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat

Sumanto mengatakan, pakan ayam juga bisa memanfaatkan racikan limbah dapur yang direbus. Setelah pakan racikan warga berikan secara rutin pada ayam kampung petelur, berpotensi menghasilkan telur dengan kandungan omega 3 yang lebih tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan dan nutrisi otak. Hal tersebut tampak dari kualitas kuning telur yang lebih padat dan elastis, sehingga tidak mudah pecah saat dicubit sebagai indikator meningkatnya kandungan omega 3.

Ia menambahkan, metode tersebut mampu meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

BACA JUGA: Ketua DPRD Jateng Sumanto Ajak Warga Kembangkan Pertanian Organik Skala Rumah Tangga

“Usaha ternak ayam kampung ini jika warga tekuni dan berhasil bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan begitu, bisa menabung dan penghasilannya tak hanya habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sumanto mencontohkan, seekor Ayam Jawa bisa menghasilkan 60 butir telur dalam setahun. Sedangkan Ayam Persilangan bisa bertelur hingga 300 butir setahun. Jika warga memelihara 10 ekor ayam, hasilnya sudah bisa dihitung.
“Ini usaha yang potensial. Keuntungannya berlipat-lipat asal tahu caranya. Banyak peternak ayam yang keuntungannya tembus puluhan juta sebulan,” paparnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp