SEMARANG, beritajateng.tv – Sejak tahun 1945 hingga saat ini, Provinsi Jawa Tengah dipimpin oleh gubernur, namun riwayat kepemimpinan gubernur didominasi oleh militer dan tidak ada pensiunan polisi.
Meski demikian, hanya ada dua mantan Gubernur Jawa Tengah yang bukan berasal dari militer, melainkan sipil, yakni Ali Mufiz dan Ganjar Pranowo.
Ali Mufiz, Gubernur Jawa Tengah yang menjabat dari tahun 2007 hingga 2008, menjadi Gubernur bukan dari pemilihan langsung, ia menggantikan Gubernur Jateng sebelumnya, yakni Mardiyanto yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam Kabinet Indonesia Bersatu.
Sementara, Ganjar Pranowo yang menjabat Gubernur Jateng sebanyak dua periode, diangkat melalui pemilihan langsung.
Berikut daftar Gubernur di Jawa Tengah beserta masa pemerintahannya:
1. R. Pandji Soeroso (18 Agustus 1945-13 Oktober 1945)
Pandji Soeroso dikenal sebagai seorang aktivis dan politikus. Dia turut berjuang dalam kemerdekaan Indonesia melalui pikiran-pikirannya. Menjelang kemerdekaan Raden Pandji Soeroso tercatat sebagai wakil ketua BPUPKI, serta anggota PPKI.
BACA JUGA: Jelang Pilkada 2024, Pj Gubernur Jateng Ajak Media Pers Ikut Awasi Kontestasi Politik
2. KRT Mr Wongsonegoro (13 Oktober 1945-4 Agustus 1949)
Wongsonegoro terlibat aktif dalam pergerakan nasional. Ia adalah anggota Budi Utomo, salah satu organisasi pergerakan pertama yang memperjuangkan kemajuan Indonesia pada masa penjajahan Belanda.
Setelah Indonesia merdeka, Wongsonegoro diangkat menjadi gubernur pertama Jawa Tengah pada tahun 1945.
3. R Boedijono (4 Agustus 1949-1954)
Sebelum menjadi Gubernur Jawa Tengah, R. Bodijono memiliki pengalaman bekerja di pemerintahan kolonial Belanda, yang kemudian ia manfaatkan setelah Indonesia merdeka untuk membantu membangun kembali sistem pemerintahan di Jawa Tengah.
4. MRT Mangoen Negoro (8 Juli 1954 – 29 November 1954)
MRT Mangoen Negoro berasal dari keluarga bangsawan dan memiliki gelar kebangsawanan Mangkunegoro.
Sebelum menjadi Gubernur Jateng, ia dikenal sebagai pejabat tinggi dalam struktur pemerintahan kolonial Belanda dan memiliki latar belakang pendidikan yang memadai.
5. R Soekardji Mangoenkoesoemo (29 November 1958-1959)
6. Muchtar 5 Januari 1960 – 5 Mei 1966)
Mochtar yang lahir Salatiga pada 24 Juni 1909 menjabat sebagai Gubernur Jateng pada 1960, menggantikan Hadisubeno Sosrowerdojo seorang politikus Partai Nasional Indonesia (PNI).
Sebelum menjabat gubernur, Mochtar telah mencicipi sejumlah jabatan di Klaten, Pekalongan, Pemalang, dan Magelang. Di penghujung kekuasaan Soekarno, Mochtar dicopot. Dia mengakhiri jabatan gubernur pada 5 Mei 1966.
7. H Munadi (5 Mei 1966 – 28 Desember 1974)
Moenadi adalah adalah tokoh militer Indonesia yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah pada periode 1966 hingga 1974.
8. H Soeparjo Roestam (28 Desember 1974 – 5 Juni 1983)
Soeparjo Rustam lahir di Banyumas pada 12 Agustus 1926. Dia adalah adalah gubernur Jawa Tengah yang menjabat sejak 28 Desember 1974 hingga 5 Juni 1983.
Salah satu ikon yang dibangunnya adalah Museum Kereta Api di Ambarawa. Soeparjo Rustam meninggal pada 11 April 1993 dan dimakamkan di TMP Kalibata.
9. H Ismail (1983 – 1993)
Muhammad Ismail menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah selama dua periode, yaitu 1983-1988 dan 1988-1993. Lahir di Cilacap pada 31 Desember 1927, Ismail meninggal pada 23 Februari 2008 akibat serangan jantung. Dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang.
10. H Soewardi (1993 – 1998)
Soewardi adalah Gubernur Jawa Tengah periode 1993–1998. Lelaki kelahiran Singaraja, 13 April 1939 ini sebelumnya pernah menjabat sejumlah posisi penting di TNI, di antaranya Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya (1989–1992) dan Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana (1992–1993).
BACA JUGA: Soal Video Viral, Pj Gubernur Jateng dan Andika Perkasa Ternyata Akrab di Deklarasi Kampanye Damai
11. H Mardiyanto, (24 Agustus 1998 – 2007)
Mardiyanto adalah gubernur Jateng 1998–2003. Tentara kelahiran Solo 21 November 1947 ini lalu terpilih lagi untuk periode 2003–2008. Sebelum menjadi gubernur, alumnus Akademi Militer Nasional 1970 ini adalah pemimpin Departemen Taktik di Akademi Militer (1993-1995).
Pada 1997-1998, Mardiyanto menjabat sebagai Panglima Kodam IV/Diponegoro. Pada 28 Agustus 2007, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Mardiyanto sebagai Menteri Dalam Negeri.
12. H Ali Mufiz MPA (28 September 2007 – 22 Juni 2008)
Ali adalah seorang akademisi dan politikus Indonesia. Ia merupakan wakil gubernur pada masa pemerintahan Mardiyanto. Di luar bidang politik, Mufiz juga merupakan dosen Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip.
13. H Bibit Waluyo (23 Agustus 2008 – 23 Agustus 2013)
Bibit Waluyo adalah gubernur Jawa Tengah berlatar belakang militer pertama yang memenangkan pemilihan langsung.
Dia menjabat 23 Agustus 2008 hingga Agustus 2013 Sebelum menjabat gubernur, tentara kelahiran 5 Agustus 1949 ini pernah menduduki jabatan sebagai Pangkostrad, Pangdam Jaya, dan Pangdam IV/Diponegoro.
Pada 2013, dia kembali mencalonkan diri namun kalah oleh Ganjar Pranowo yang akhirnya menjabt gubernur Jawa Tengah hingga saat ini.
14. H Ganjar Pranowo (23 Agustus 2014 – 2023)
Sebelum menjadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2004–2009 dan 2009–2013. (*)





