Gaya Hidup

Dari Gaya Kasual Hingga Ramah Lingkungan, Ini Arah Tren Fashion 2026

×

Dari Gaya Kasual Hingga Ramah Lingkungan, Ini Arah Tren Fashion 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi perempuan memakai baju berwarna earth tone. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi perempuan memakai baju berwarna earth tone. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Arah tren fashion 2026 diperkirakan semakin dekat dengan gaya hidup sehari-hari yang sederhana, kasual, dan berkelanjutan. Konsep strive style diprediksi menjadi arus utama, terutama di kalangan generasi muda yang menginginkan busana nyaman namun tetap relevan dengan isu lingkungan.

Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang, Sudarna Suwarsa, menyampaikan bahwa tren mode tidak hadir secara instan. Setiap kecenderungan telah melalui riset, analisis, dan pemetaan jauh hari sebelum benar-benar diaplikasikan ke pasar.

Menurutnya, IFC secara konsisten menyelenggarakan kajian tren serta peragaan busana sebagai upaya membaca arah perkembangan fashion. Hasil analisis tersebut kemudian dirangkum dalam panduan dan buku tren yang menjadi rujukan pelaku industri.

“Setiap asosiasi mengeluarkan buku tren. Jadi kecenderungan mode di masa depan itu sudah ditawarkan setahun sebelumnya. Di 2025, misalnya, kami menggelar fashion show untuk menganalisis dan memprediksi tren 2026,” jelas Sudarna saat beritajateng.tv konfirmasi pada Sabtu, 3 Januari 2026.

BACA JUGA: Fashion Show Batik di Lapas Perempuan Semarang, Simbol Harapan dan Kemandirian

Dalam periode 2025–2026, IFC menetapkan strive sebagai tema besar. Gaya ini tak hanya menggambarkan busana kasual, tetapi juga mencerminkan semangat perjuangan, dinamika sosial, serta kehidupan urban yang lekat dengan keseharian masyarakat.

“Tema besarnya adalah strive style, yang kemudian di turunkan ke beberapa subtema seperti Indie Rebellion, Quiet Artistry, Hyperconnected Flux, dan Neo Nostalgic,” ungkapnya.

Indie Rebellion menonjolkan kebebasan berekspresi dengan karakter berani, mix and match, dan identitas independen. Sementara Quiet Artistry hadir dengan gaya minimalis namun elegan, mengedepankan kenyamanan, detail, serta warna-warna lembut.

Adapun Hyperconnected Flux terinspirasi dari dunia digital dan teknologi dengan sentuhan futuristik, desain dinamis, serta permainan warna kontras. Sedangkan Neo Nostalgic menghidupkan kembali gaya fashion masa lalu dengan kemasan modern dan kekinian.

Tak hanya soal gaya, tren warna 2026 juga terprediksi mengarah pada palet yang terinspirasi dari alam. Meski tetap mengacu pada tren global Pantone Color Institute, pilihan warna penyesuaiannya dengan karakter street style yang lebih halus.

“Putih di 2026 itu bukan putih bersih, tapi putih keabu-abuan dengan sentuhan biru. Seperti warna langit, lebih lembut dan natural,” tambahnya.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan lainnya lewat WhatsApp Channel beritajateng.tv dengan klik tombol berikut:
Gabung ke Saluran