Pariwisata

Dari Jajanan Pasar hingga Batik, Puan Maharani Puji Keaslian Kampoeng Djadhoel

×

Dari Jajanan Pasar hingga Batik, Puan Maharani Puji Keaslian Kampoeng Djadhoel

Sebarkan artikel ini
Dari Jajanan Pasar hingga Batik, Puan Maharani Puji Keaslian Kampoeng Djadhoel
Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mendampingi Ketua DPR RI Puan Maharani saat mengunjungi Kampung Djadhoel Semarang. (Doc. Humas)

SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana hangat terasa di Kampoeng Djadhoel, kawasan Kampung Batik Rejomulyo, Semarang Timur, saat Ketua DPR RI Puan Maharani berjalan menyusuri gang-gang yang menjadi saksi hidup tradisi batik Kota Semarang.

Kunjungan pada Sabtu siang itu menjadi momen istimewa bagi warga, sekaligus energi baru bagi upaya pelestarian budaya yang tengah Pemerintah Kota Semarang gencarkan.

Walikota Semarang, Agustina Wilujeng dan Wakilnya Iswar Aminuddin beserta sejumlah kepala OPD, turut mendampingi Puan dalam dialog dan peninjauan aktivitas warga.

Agustina melihat kehadiran Puan Maharani sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian Kampoeng Djadhoel. Terutama sebagai sentra batik dan kuliner tradisional yang telah melekat dalam sejarah kota.

Di hadapan warga, Puan membagikan pengalamannya merasakan langsung suasana kampung yang tetap mempertahankan tradisi.

Ia bahkan menyempatkan diri melihat proses pembuatan jajanan pasar serta mencoba beberapa kuliner khas yang di olah langsung oleh masyarakat.

“Saya tanya bagaimana membuat tampah jajanan pasar, bagaimana proses pesanan, hingga harganya. Hal seperti ini sulit kita temukan di Jakarta,” ujar Puan.

Ia juga menyoroti keunikan produk rumahan yang menggunakan bahan dari kebun warga. Termasuk gorengan tradisional yang menurutnya memiliki aroma khas yang jarang ia temui di kota besar.

Puan berharap kekuatan budaya dan kuliner lokal Kampoeng Djadhoel dapat terus di promosikan dan menjadi sumber kesejahteraan baru bagi warga.

BACA JUGA: Buka Rangkaian Bimtek DPR-DPRD PDIP, Puan Maharani Ingatkan Soliditas Kader

“Ini kampung yang harus kita lestarikan. Kekhasan seperti ini tidak ada di tempat lain,” katanya.

Walikota Agustina menyambut antusias dorongan tersebut. Menurutnya, keberlanjutan Kampoeng Djadhoel bergantung pada peran aktif masyarakat.

Pemkot Semarang mendorong pelibatan warga melalui berbagai tantangan kreatif, salah satunya kompetisi konten promosi di media sosial bagi warga Kelurahan Rejomulyo. Peserta cukup mengunggah foto atau video bertema Kampoeng Djadhoel dengan beberapa tagar yang telah ditentukan.

Selain itu, Agustina meminta camat dan lurah untuk mengoordinasikan pembenahan lingkungan agar semakin layak untuk promosi wisata.

Ia menekankan perlunya menjaga estetika kawasan, termasuk memperbaiki bagian-bagian yang mulai kusam tanpa mengubah karakter asli kampung. Dukungan anggaran juga dipastikan tetap berlanjut, termasuk bantuan Rp25 juta untuk setiap RT.

“Mbak Puan, matur nuwun. Kehadiran panjenengan memberi berkah luar biasa bagi warga. Semoga Kampoeng Djadhoel semakin ramai dan semakin di cintai warganya,” ucap Agustina.

Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin, menilai kunjungan tersebut memberikan dorongan moral bagi perajin batik setempat.

Ia menegaskan bahwa Kampoeng Djadhoel memiliki sejarah panjang sebagai kawasan pengrajin batik sejak masa kolonial, dan pemerintah berkomitmen memperbaikinya secara bertahap.

Salah satu upayanya adalah pembangunan rumah workshop sebagai pusat belajar sekaligus ruang regenerasi bagi anak-anak muda Semarang untuk mempelajari batik. Iswar menyebut proyek itu targetnya selesai akhir Desember.

“Tujuannya agar anak-anak tetap mempertahankan Kampoeng Djadhoel sebagai kampung batik. Semoga workshop ini bisa menjadi ruang kreatif baru bagi warga,” ujar Iswar.

Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan perhatian tokoh nasional, Kampoeng Djadhoel kini semakin kuat sebagai kawasan budaya yang hidup, sekaligus destinasi yang siap tumbuh menjadi ikon baru pariwisata Semarang. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp