SALATIGA, beritajateng.tv – Dinas Kesehatan Kota Salatiga memperbarui data siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Salatiga yang menurut dugaan mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Kamis, 25 September 2025, setidaknya terdapat delapan siswa MAN Kota Salatiga yang sebelumnya mengalami keluhan serta gejala klinis seperti mual dan muntah-muntah.
Data tersebut berasal dari hasil penelusuran dan klarifikasi oleh tim Dinas Kesehatan Kota Salatiga di sekolah yang bersangkutan.
BACA JUGA: Viral Surat Rahasiakan Keracunan MBG di Cirebon hingga Sleman, BGN: Kami Tidak Pernah Menutupi Kasus
“Namun, delapan siswa tersebut hari ini telah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit Al Hakim, melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, Dinas Kesehatan Kota Salatiga telah mengambil langkah-langkah terkait informasi sejumlah siswa MAN Kota Salatiga mengalami keracunan pada Senin, 22 September 2025 lalu.
Selain menurunkan tim gerak cepat (TGC) Puskesmas guna melakukan penyelidikan epidemiologi, pihaknya juga memberi penyuluhan di MAN Kota Salatiga.
Upaya Dinas Kesehatan Kota Salatiga bila terjadi kasus keracunan MBG
Dinas Kesehatan Kota Salatiga pun melakukan klarifikasi serta koordinasi terkait narahubung dan alur pelaporan jika terjadi kasus dugaan keracunan makanan.
Termasuk, memberikan edukasi terkait harus mengambil tindakan apa manakala terjadi kasus keracunan makan di sekolah.
“Dinas Kesehatan juga memberikan edukasi penyimpanan sampel makanan di kulkas 1 x 24 jam untuk pemeriksaan di laboratorium ketika terdapat kasus dugaan keracunan makanan,” lanjutnya.
Sebelumnya, dugaan keracunan MBG terjadi pada 22 September 2025 lalu. Sebanyak tujuh siswa dari berbagai kelas MAN Kota Salatiga mengeluh mual dan muntah.
BACA JUGA: Banyak Kasus Keracunan, DPR “Ogah” Hentikan MBG
Gejala pertama kali siswa rasakan mulai pukul 15.00 WIB. Dua orang siswa sempat mendapat pemeriksaan di klinik kesehatan Kota Salatiga.
Informasi dari Kepala Tata Usaha (TU) atau PIC MBG MAN Kota Salatiga, menu MBG yang tersaji pada saat kejadian terdiri dari spageti (dua jenis mi) dengan saus, jagung, jeruk, dan susu kemasan.
MBG dibagikan dan dimakan siswa mulai pukul 11.30 WIB, sebelum salat zuhur, di dalam kelas dengan pengawasan guru. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





