Jateng

Desa Candirejo Dipasangi Seismograf, Warga Makin Tenang dari Potensi Gempa Sesar Rawapening

×

Desa Candirejo Dipasangi Seismograf, Warga Makin Tenang dari Potensi Gempa Sesar Rawapening

Sebarkan artikel ini
Sesar Rawapening
Alat seismograf yang dipasang untuk memantau aktivitas sesar Rawapening. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Informasi seputar potensi gempa bumi berkaitan dengan Sesar Rawapening serta sesar Ungaran 1 dan Ungaran 2, belakangan cukup menyita perhatian warganet di dunia maya.

Berdasarkan informasi BPBD Kabupaten Semarang, upaya deteksi dini potensi dan kerawanan gempa bumi tersebut telah pihaknya tindaklanjuti dengan pemasangan alat seismograf.

Tujuan pemasangan alat itu tak lain untuk memantau pergerakan maupun aktivitas seismik dari ketiga sesar yang berada di wilayah Kabupaten Semarang tersebut.

Kepala Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Tri Gunawan Setiadi, yang beritajateng.tv konfirmasi membenarkan adanya pemasangan alat seismograf tersebut.

BACA JUGA: Turut Bersihkan Eceng Gondok di Rawapening, Bupati Semarang: Agar Tangkapan Ikan Nelayan Melimpah

“Titik pemasangannya berada tepat di belakang bangunan Museum Pandanaran, Desa Candirejo,” ungkapnya di Kantor Desa Candirejo, Kamis, 4 Desember 2025.

Menurutnya, pemasangan alat seismograf pemantau pergerakan sesar tersebut telah BMKG lakukan hampir tiga tahun yang lalu bersama dengan BPBD Kabupaten Semarang.

Selaku pemangku pemerintaha desa, Tri Gunawan menyampaikan warganya sangat berterima kasih dengan adanya pemasangan alat sistem peringatan dini (EWS) tersebut.

Sebab, alat tersebut berhubungan langsung dengan keamanan serta keselamatan warga Desa Candirejo maupun desa lain yang berdekatan dengan Sesar Rawapening.

Seismomgraf deteksi potensi gempa bumi dari Sesar Rawapening

Dengan adanya seismograf ini, warga pun menjadi tenang. Sebab, alat tersebut bekerja untuk mendeteksi secara dini potensi terjadinya gempa bumi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Masih dalam rangka kewaspadaan, lanjutnya, Pemerintah Desa Candirejo juga memperkuat berbagai elemen warga dalam rangka memitigasi maupun menyikapi potensi kebencanaan di desanya.

Yakni, dengan mengikutsertakan warga dalam berbagai kegiatan mitigasi dan antisipasi kebencanaan yang berpotensi terjadi di sekitar wilayah yang dekat dengan Danau Rawapening.

Pihaknya mengirimkan beberapa warga sebagai perwakilan atau delegasi untuk mengikuti berbagai pelatihan penanggulangan bencana bersama Basarnas maupun lembaga lainnya.

BACA JUGA: Aksi Save Rawapening #7, Ribuan Relawan Keroyokan Bersihkan Eceng Gondok di Area Danau

“Sehingga dengan beberapa program tersebut, Desa Candirejo telah menjadi salah satu Desa Tanggguh Bencana (Destana) yang ada di wilayah Kabupaten Semarang,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, menyampaikan, di Desa Candirejo telah terpasang alat seismograf.

Pemasangan alat mitigasi tersebut guna memperkuat sistem pemantauan. Pun sekaligus untuk sistem deteksi dini terhadap potensi gempa bumi yang dapat terjadi akibat aktivitas dari Sesar Rawapening.

Bahkan, alat seismograf tersebut tak hanya memantau pergerakan atau aktivitas Sesar Rawapening. Akan tetapi, juga aktivitas sesar Ungaran 1 dan sesar Ungaran 2 yang berada di sekitar kawasan Gunung Ungaran. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp