Jateng

Dewan Angkat Bicara soal Toko Kue Gambang dan Penataan Johar Semarang

×

Dewan Angkat Bicara soal Toko Kue Gambang dan Penataan Johar Semarang

Sebarkan artikel ini
Viral Isu Tembok Pasar Johar Dijebol Demi Toko Roti Gambang, Owner dan Disdag Angkat Bicara
Toko Kue Gambang di Pasar Johar Utara Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Polemik keberadaan toko kue gambang di kawasan Pasar Johar, Kota Semarang masih menjadi perhatian publik. Perdebatan mencuat setelah muncul klaim bahwa lokasi tersebut merupakan area yang rencananya akan menjadi museum.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Mararas Apuwara, menilai isu tersebut tidak memiliki dasar perencanaan yang jelas. Ia menegaskan, selama proses perizinan bangunan berlangsung, tidak pernah muncul keberatan ataupun wacana pembangunan museum di lokasi tersebut.

“Sepanjang yang saya ketahui, tidak pernah ada rencana resmi yang menyebut lokasi itu akan jadi museum. Kalau memang ada, seharusnya sudah terealisasi sejak dulu, bukan baru di persoalkan setelah bangunan berdiri,” ujar Mararas, Rabu, 8 April 2026.

Ia menilai kemunculan isu tersebut terkesan mendadak, terutama setelah toko kue gambang menjadi viral di masyarakat. Kondisi ini, menurutnya, justru menimbulkan kebingungan publik terkait arah kebijakan penataan kawasan Pasar Johar.

“Ini yang jadi rancu. Kenapa isu itu baru muncul sekarang? Seharusnya perencanaan kota sejak awal penyampaiannya, agar tidak menimbulkan polemik seperti ini,” tegasnya.

Selain menyoroti polemik tersebut, Mararas juga menyinggung persoalan yang lebih luas terkait penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan pasar. Ia menilai anggapan bahwa tidak tersedia tempat bagi pedagang kurang tepat, karena pemerintah telah menyiapkan sejumlah opsi relokasi.

“Dalam rapat dengan Dinas Perdagangan, sudah jelas ada solusi relokasi, termasuk ke Pasar Johar dan Kanjengan. Di sana masih tersedia tempat. Jadi kalau disebut tidak ada ruang, perlu dilihat kembali faktanya,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui kapasitas lapak tetap memiliki batas. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan skala prioritas, terutama bagi pedagang lama yang sebelumnya sudah beraktivitas di Pasar Johar.

“Pedagang lama tentu menjadi prioritas. Namun pedagang dari luar juga tetap bisa masuk dan akan di akomodasi sesuai ketersediaan,” ujarnya.

Lebih jauh, Mararas mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang dalam menghidupkan kembali Pasar Johar sebagai pusat ekonomi sekaligus ikon kota.

BACA JUGA: Pedagang Pasar Johar Bantah Tolak Toko Kue Gambang, Sebut Isu Viral Tidak Benar

Salah satu strategi yang disiapkan adalah menghadirkan sentra kuliner yang beroperasi hingga malam hari.

Menurutnya, inovasi tersebut penting untuk meningkatkan daya tarik kawasan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pedagang.

“Pasar Johar ini ikon besar, bukan hanya di Jawa Tengah tapi juga nasional. Harus ada inovasi agar tetap hidup, salah satunya dengan menghadirkan pusat kuliner yang aktif hingga malam,” katanya.

Rencana tersebut bahkan akan melibatkan kuliner legendaris khas Semarang, yang harapannya mampu menarik pengunjung lebih luas dan menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Di tengah dinamika yang berkembang, Mararas menekankan pentingnya konsistensi kebijakan serta transparansi perencanaan dari pemerintah. Ia berharap setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan kepastian bagi pedagang dan masyarakat.

“Jangan sampai kebijakan yang tidak jelas justru membingungkan publik. Penataan pasar harus terarah, transparan, dan benar-benar berpihak pada masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp