UNGARAN, beritajateng.tv – Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang menyoroti masih banyaknya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut yang belum memenuhi persyaratan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang, Joko Sriyono, menilai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satgas MBG masih lemah dalam pengawasan di lapangan. Ia menyebut kedua instansi tersebut cenderung baru bergerak ketika ada laporan atau keluhan dari mitra.
“Kalau ada mitra yang menyampaikan keluhan ke dinas, baru bertindak,” tegas Joko saat sidak di SPPG Semarang Bergas Jatijajar, Kecamatan Bergas, Selasa, 14 April 2026.
Joko mengungkapkan, hasil monitoring menunjukkan sejumlah SPPG belum memiliki fasilitas IPAL sesuai standar yang Badan Gizi Nasional (BGN) tetapkan.
BACA JUGA: Sampah Dapur MBG Mayoritas Organik, DLHK Jateng Minta SPPG Kelola Limbah Secara Mandiri
Padahal, IPAL menjadi bagian penting dalam pengelolaan limbah dapur, terutama dari aktivitas pencucian peralatan masak dan penyajian makanan bergizi.
Ia menegaskan, sisa makanan memang masih bisa masyarakat manfaatkan, misalnya untuk pakan ternak. Namun, limbah cair dari dapur, pengolahannya harus tetap dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.
“IPAL ini penting karena limbah sabun dari dapur, pengolahannya harus dengan baik,” jelasnya.
Menurut Joko, sejak Desember 2025 sudah ada ketentuan baru yang mewajibkan dapur SPPG memiliki IPAL serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Namun, ia menilai implementasinya di lapangan masih belum optimal.
Meski demikian, Joko menyebut SPPG Semarang Bergas Jatijajar yang turut ia sidak sudah cukup memenuhi standar, meski sejumlah dokumen seperti SLHS masih dalam proses penerbitan oleh Dinas Kesehatan.
Sementara itu, pemilik SPPG, Sundari, mengatakan fasilitas IPAL sebenarnya sudah ada sejak awal pembangunan. Namun, pihaknya melakukan penyesuaian sesuai arahan DLH, termasuk penambahan kolam ikan sebagai indikator zero pencemaran.
“IPAL sudah ada sejak awal, tapi kami lakukan pembenahan sesuai ketentuan terbaru,” ujarnya.
BACA JUGA: Anggaran MBG Rp1 Triliun per Hari, Aria Bima Ingatkan Agar Suplai Dapur Tak Ganggu Pasar
Sundari juga menyebut SPPG yang dikelolanya telah melayani 24 sekolah dengan total 2.262 penerima manfaat. Ia memastikan hingga kini belum ada keluhan terkait makanan bergizi yang disediakan. (*)
Editor: Farah Nazila
Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.
Gabung Channel WhatsApp





