Saat pengejaran ibunya, Putri melihat mencoba refleksi soal pamali yang ibunya langgar. Proses refleksi ini menjadi sebuah kritik lembut terhadap praktik pesugihan dan pengorbanan yang merusak keberadaan manusia dan spiritual.
Penonton diajak untuk menebak, apakah film ini hanya hiburan horor, atau juga ajakan untuk refleksi tentang batas, pantangan, dan akarnya di tradisi kita.
Film Pamali: Tumbal tidak hanya menakutkan dengan hantu-hantu khas lokal seperti tuyul dan kuntilanak hitam, tapi juga memancing kita untuk menengok akar budaya, pamali, dan apakah pantangan-pantangan itu memang harus kita pertahankan atau resapi maknanya. (*)





