Kepolisian mengatakan bahwa motif penembakan itu tidak ada kaitannya dengan upaya membubarkan tawuran. Oknum polisi itu menembak siswa tersebut karena kendaraannya diserempet.
Ada dugaan rekayasa laporan polisi yang sudah dipublikasikan. Dugaan rekayasa melibatkan seorang wartawan yang membantu oknum polisi menyusun skenario tersebut.
Dewan Pers mendukung langkah Polri yang terbuka dalam penyelesaian kasus tersebut. Upaya Polri untuk tidak menutup-nutupi dan memaparkan apa adanya peristiwa tersebut patut mendapat apresiasi. (*)
Editor: Farah Nazila





