“Begitu datang ke depan harus bareng semua. Meskipun waktu masaknya beda-beda, semuanya harus tepat,” ujar Chef Juna.
Ketepatan waktu menjadi hal yang sangat penting. Jika ada satu bagian yang terlambat, seluruh hidangan bisa terhambat.
Namun, karena ada keterlambatan dalam bagian sayur yang ia tangani, Chef Juna sempat mengalami “serangan” dari chef senior yang bertanggung jawab di dapur.
“Chef di sana enggak lempar langsung ke badan ya. Cuma pancinya itu masih panas. Kita kurang cepat, jadi dia lempar panci ke kaki kita. Waktu itu, ada empat orang di dapur, termasuk saya,” kata Chef Juna mengenang momen-momen penuh tantangan tersebut.
Dari Pelayan ke Chef Profesional: Perjalanan Karier yang Tidak Mudah
Chef Juna juga mengungkapkan bahwa ia memulai kariernya di dunia kuliner bukan dari posisi sebagai koki atau chef, melainkan sebagai waiter atau pelayan.
BACA JUGA: Kemal Palevi Akui Kapok Jadi Sutradara Film, Ungkap Alasan Hingga Cerita Perjalanan Kariernya
Kariernya mulai tahun 1998 di Amerika Serikat, yang kemudian berkembang pesat hingga akhirnya ia berhasil menjadi salah satu chef terbaik di dunia kuliner. (*)





