Pendidikan

Disdik Semarang Bakal Jadikan Nilai TKA Parameter Utama Jalur Prestasi SPMB

×

Disdik Semarang Bakal Jadikan Nilai TKA Parameter Utama Jalur Prestasi SPMB

Sebarkan artikel ini
Disdik Semarang Bakal Jadikan Nilai TKA Parameter Utama Jalur Prestasi SPMB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Semarang mulai mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik atau TKA.

Persiapan TKA melalui berbagai kegiatan latihan dan tryout yang ada di sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Semarang menyebut tes tersebut rencananya menjadi salah satu indikator utama dalam jalur prestasi pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) ke jenjang pendidikan berikutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan pihak sekolah saat ini mulai aktif menggelar tryout sebagai bentuk latihan bagi siswa sebelum pelaksanaan tes resmi.

“Teman-teman di lapangan sudah mulai melakukan tryout untuk persiapan TKA. Nanti sesuai jadwal dari kementerian juga akan ada simulasi tes kompetensi akademik untuk jenjang SD maupun SMP,” kata Ahsan di Semarang.

Menurutnya, nilai TKA nantinya akan menjadi salah satu parameter penting bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.

BACA JUGA: Pemkot Semarang Targetkan Jalan Mulus H-10 Lebaran

Hasil Tes Kompetensi Akademik tingkat SD, misalnya, dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP melalui jalur tersebut.

Meski demikian, Ahsan menjelaskan tidak semua jalur dalam SPMB menggunakan nilai TKA sebagai acuan.

Untuk jalur domisili, proses seleksi tetap mengacu pada ketentuan wilayah tempat tinggal calon peserta didik.

“Untuk jalur domisili tetap berdasarkan alamat tempat tinggal. Nilai TKA tidak menjadi parameter di jalur tersebut,” ujarnya.

Dalam skema seleksi yang sedang disiapkan, nilai rapor siswa masih akan tetap digunakan sebagai bagian dari penilaian.

Namun Dinas Pendidikan berencana memberikan porsi penilaian yang lebih besar pada hasil TKA.

Menurut Ahsan, kebijakan tersebut harapannya dapat memberikan gambaran kemampuan akademik siswa secara lebih objektif.

“Nilai rata-rata rapor tetap dipakai. Tetapi rencana kami bobot nilai TKA akan lebih tinggi dari nilai rata-rata rapor,” jelasnya.

Ia menambahkan rencana tersebut telah di bahas bersama jajaran pendidikan di Kota Semarang sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan SPMB ke depan.

Meski memiliki pengaruh dalam jalur prestasi, Ahsan menegaskan TKA tidak berkaitan dengan kelulusan siswa di sekolah.

Tes tersebut hanya berfungsi sebagai salah satu indikator untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui jalur prestasi.

“TKA tidak mempengaruhi kelulusan siswa. Tes ini menjadi sebagai salah satu indikator untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya melalui jalur prestasi,” katanya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp