SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menurunkan 306 petugas untuk memantau pelaksanaan pemotongan hewan kurban di seluruh wilayah Kabupaten Semarang.
Ratusan petugas tersebut akan bertugas di 235 desa dan kelurahan saat pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2026, Rabu 27 Mei 2026 mendatang.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno, mengatakan petugas pemantau terdiri dari berbagai unsur. Tidak hanya dari internal Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan.
“Selain 29 petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan, kami juga melibatkan 14 dokter hewan dari PDHI. Juga 28 paramedik veteriner dan mantri kesehatan hewan dari Paravetindo. Serta 235 kader PPHM di desa dan kelurahan,” jelasnya di sela pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Jalan Ahmad Yani, Ungaran, Senin 25 Mei 2026.
BACA JUGA: Jelang Idul Adha, Bupati Blora Sidak Pasar Pon Pastikan Hewan Kurban Sehat
Menurut Edy, pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban untuk memastikan hewan yang di jual kepada masyarakat dalam kondisi sehat.
Selain itu, pemeriksaan juga bertujuan memastikan lokasi penjualan hewan kurban yang berada di tempat umum telah mengantongi izin dari pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Ia menambahkan, mayoritas hewan kurban di Kabupaten Semarang merupakan ternak lokal. Sehingga tidak memerlukan pemeriksaan lalu lintas hewan dari luar daerah.
“Cukup dengan surat keterangan sehat dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang,” ujarnya.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan juga akan melanjutkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban hingga Selasa 26 Mei 2026. Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur Forkopimda Kabupaten Semarang di Pasar Hewan Ambarawa maupun rumah pemotongan hewan (RPH).
Hingga saat ini, Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan belum menemukan hewan kurban yang terindikasi membawa penyakit menular.
BACA JUGA: Dorong Masjid Gunakan QRIS untuk Zakat dan Sedekah, BI Jateng Siapkan Hadiah Hewan Kurban
Sementara itu, salah satu pedagang hewan kurban di Jalan Ahmad Yani Ungaran, Didit (50), mengaku sudah menjual 21 ekor kambing sejak membuka lapak tiga hari lalu.
“Harga kambing berkisar Rp2,5 juta sampai Rp6 juta per ekor tergantung ukuran dan beratnya,” katanya.
Ia menyebut seluruh kambing yang dijual berasal dari Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat. Tahun ini ia hanya membawa 60 ekor kambing karena minat masyarakat membeli hewan kurban ternilai menurun. (*)
Editor: Farah Nazila





