Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, Muh. Edy Sukarno, mengatakan serangan hama tikus yang luar biasa ini tidak lepas dari faktor buruknya keseimbangan alam.
BACA JUGA: BACA JUGA: Beban Ganda Petani Banyubiru Semarang: Biaya Tinggi dan Serbuan Tikus dari Luar Daerah
Sehingga, gerdal hama tikus serentak di lima wilayah kecamatan ini menjadi langkah awal untuk mengajak petani dan stakeholder lainnya lebih peduli. Bahwa ada keseimbangan ekosistem yang terganggu.
Dalam jangka panjang, Kabupaten Semarang akan menempatkan para petani sebagai garda terdepan dalam rangka merawat dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Sehingga, semua akan memiliki kesadaran bersama-sama untuk menjaga keseimbangan alam. “Tidak hanya terkait pengendalian hama, namun juga menjaga sumber-sumber air untuk mendukung pertanian,” jelas Edy. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





