JatengPendidikan

Dokter hingga Jurnalis Mengajar Siswa SMPN 1 Blora, Untuk Apa?

×

Dokter hingga Jurnalis Mengajar Siswa SMPN 1 Blora, Untuk Apa?

Sebarkan artikel ini
Siswa SMPN 1 Blora
Salah satu orang tua siswa yang berprofesi sebagai dokter sedang menjelaskan kepada siswa SMPN 1 Blora, Rabu. 9 September 2026. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Puluhan orang tua siswa dari berbagai macam profesi mulai dari dokter hingga jurnalis datang untuk mengajar siswa SMP Negeri 1 Blora. Untuk apa?

Ya, kehadiran orang tua siswa lintas profesi seperti dokter dan jurnalis di SMPN 1 Blora itu bagian dari program Bebas Ekspresi Siap Tuai Inspirasi dan Eksistensi (BESTIE) 2 bertajuk “Aku di Masa Depan”.

Kepala sekolah SMPN I Blora, Ainur Rofiq, mengatakan, ada alasan saat menghadirkan orang tua siswa dari berbagai macam profesi untuk mengajar.

Dia bilang, anak usia SMP merupakan masa dalam mencari jati diri. Di mana belum tentu telah menemukan gambaran profesi di masa depan.

BACA JUGA: Tujuh Ratus Lebih Siswa di Rembang Keracunan MBG, Gus Yasin: SPPG Terancam Tutup jika Langgar SOP

“Ini yang pertama kali di Blora, untuk tingkat SMP lo Bapak/ibu. Kita ingin Bapak/ Ibu sebagai orang tua bisa memberi motivasi. Harapannya, anak-anak bisa terinspirasi di masa depan,” kata Ainur Rofiq, Rabu, 9 September 2026.

Kata dia, dengan menghadirkan orang tua berbagai bidang profesi, akan bisa menjadi referensi, acuan, pengetahuan bagi anak-anak. Tentunya dalam memilih profesi di masa dpean sesuai minat dan bakat yang mereka miliki.

30 Profesi Orang Tua Siswa 

Lebih lanjut Ainur Rofiq, mengatakan, ada 30 profesi orang yang setidaknya bisa membuat referensi siswa.

Ada yang berprofesi sebagai guru, dokter umum, abdi negara di Pemerintah Kabupaten Blora, apoteker. Kemudian pegawai PT PLN, PDAM, Perum Perhutani. Lalu menjadi jurnalis, kreatif Art, anggota TNI-Polri, dan lain-lain.

Akan tetapi, dari 30 profesi, ada 12 orang tua yang akan menjelaskan secara detail profesinya kepada siswa. Tujuannya untuk menginspirasi masa depan mereka.

“Kami mengharapkan peran orang tua sebagai mitra kami dalam mendidik anak,” ucapnya.

BACA JUGA: Satu Guru dan 136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Blora Diduga Keracunan MBG, Enam Orang Dilarikan ke Klinik

Sebelumnya kehadiran orang tua siswa lintas profesi itu, para guru meminta siswa untuk menulis cita-cita di kertas. Selanjutnya menempelkan isi harapannya pada pohon cita-cita yang mereka buat.

Sementara itu, pada program BESTIE 2 ini siswa mengenakan pakainya bebas rapi, tidak memakai seragam sekolah. Mereka juga memakai tas dari hasil kreasi.

Ada yang membawa tas sangkar burung, tas tudung saji, celana jeans bekas yang menjadi tas, dan lainnya. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp