
JAKARTA, beritajateng.tv – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah megninisiasi sejumlah program untuk mendorong perkembangan ekonomi digital di Indonesia.
Program-program tersebut mencakup Literasi Digital Indonesia, Makin Cakap Digital, Program Cyber Kreasi, Beasiswa Digital Talent, dan Digital Leadership Academy.
“Saat ini, pemerintah menargetkan program Digital Talent Scholarship. Agar mampu memberikan pelatihan gratis untuk 100 ribu peserta yang mencakup tujuh akademi,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin di Jakarta, Rabu (10/5/2023).
Selain melalui Kemenkominfo, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga meluncurkan kartu Prakerja sejak bulan April 2020, yang telah mencapai hasil yang signifikan. Hingga saat ini, kartu Prakerja telah lebih dari 16,5 juta orang gunakan di 514 kabupaten dan kota serta 38 provinsi.
Saat ini, pemerintah sedang melakukan inovasi dalam menyediakan pelatihan secara digital dari awal hingga akhir melalui kartu Prakerja tersebut.
“Pemerintah melanjutkan program tahun ini dengan dijalankan melalui skema normal yang tidak lagi bersifat semi bansos, sehingga lebih difokuskan pada peningkatan keahlian,” ujar Rudy.
Selain itu, pemerintah juga telah mengembangkan materi pembelajaran berbasis realitas virtual untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui Reformasi Sistem Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Vokasional (TVET).
Hingga saat ini, materi pembelajaran tersebut telah melalui uji coba di 16 SMK dan 7 provinsi. Uji coba terlaksana dengan melibatkan 285 guru yang telah menerima pelatihan berbasis realitas virtual.
Untuk mendukung perkembangan ekonomi digital secara menyeluruh, Rudy menyebutkan bahwa peran sektor swasta juga sangat penting.
Oleh karena itu, pemerintah telah mengimplementasikan program Super Tax Deduction. Program tersebut memberikan insentif kepada industri yang terlibat dalam pendidikan tenaga kerja melalui sistem vokasi.
Program-program ini pemerintah jalankan dengan tujuan mencapai pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Pertumbuhan tersebut sebesar 360 miliar dolar AS pada tahun 2030, dan 103 miliar dolar AS pada tahun 2025. (ant)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





