“Puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwa Rakercab kali ini sangat luar biasa. Yang pertama, Ibu Ketua Umum hadir yang sangat luar biasa. Beliau di samping pimpinan juga menjadi Ibu kami,” ujar Oni.
BACA JUGA: Puan Hadiri Konfercab PDIP Jateng Hingga Rampung, Hanya DPC Solo Belum Setor Nama Pengurus Baru
Ia mengaku kehadiran Puan Maharani yang juga menjabat Ketua DPR RI menjadi kebanggaan tersendiri bagi kader di daerah. Menurut Oni, dari kebanggaan tersebut muncul dorongan moral untuk menjalankan amanat partai dengan lebih sungguh-sungguh, khususnya di tingkat kabupaten.
“Kemudian dihadiri pula oleh Mbak Puan yang notabenenya Ketua DPR RI sekaligus fungsionaris DPP. Itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk kami. Dari kebanggaan itu kemudian kami tambah tergugah lagi apa yang Ibu dan Bapak sampaikan untuk lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, PDIP Kabupaten Tegal tetap akan memegang garis kebijakan partai dan turun langsung ke masyarakat.
“Kami tetap yang pertama tegak lurus terhadap Ibu Ketum dan amanat partai. Kami tetap akan turun ke bawah, bergembira, tertawa, menangis bersama rakyat,” tegas Oni.
Tantangan PDIP Kabupaten Tegal tanpa kursi bupati di wilayahnya
Oni juga membeberkan tantangan besar yang DPC PDIP Kabupaten Tegal hadapi dalam beberapa kontestasi politik terakhir. Ia menyebut, PDIP Tegal saat ini tidak memiliki kepala daerah maupun wakil kepala daerah.
“Di Kabupaten Tegal sendiri perlu ketahui, kami tidak punya bupati, tidak punya wakil bupati, tidak punya ketua daerah. Kami hanya punya wakil ketua DPR,” ungkap Oni.
Meski demikian, ia berharap seluruh unsur partai, baik struktural, fraksi, maupun dua pilar, dapat bekerja lebih solid untuk memperbaiki capaian politik ke depan.
Oni mengakui perolehan kursi PDIP di DPRD Kabupaten Tegal menurun dari 12 menjadi 10 kursi. Selain itu, PDIP juga kalah dalam Pilkada karena maju sendirian melawan koalisi besar.




