SEMARANG, beritajateng.tv – Usai resmi dijabat Dolfie Othniel Frederic Palit sebagai ketua, DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah menargetkan hasil Pemilu 2029 bisa melampaui Pemilu 2019 lalu.
Target itu disambut positif oleh Ketua DPC PDIP 2025-2030 yang baru terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercab) di Hotel Patra, Kota Semarang, pada Minggu, 28 Desember 2025.
Salah satu yang terpilih yakni Ketua DPC PDIP Kabupaten Tegal, Marhaenismanto alias Oni. Sosok yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu menilai target yang Dolfie sampaikan sangat rasional.
Alasannya, kata Oni, Jawa Tengah menjadi basis suara yang kuat bagi partai banteng itu. Namun, Oni menegaskan struktural partai sangat berperan penting dalam perolehan suara.
BACA JUGA: Siap Panaskan Mesin PDIP Semarang, Endro Dwi Cahyono Minta Semua Kader Bersatu Turunkan Ego
“Ya itu sangat rasional, karena ini Jawa Tengah. Tergantung struktural dan bagaimana kami sebagai Ketua DPC bisa me-manage partai di kabupaten agar animo masyarakat, bukan hanya kader, itu kembali lagi ke PDIP,” tegas Oni.
Oni membeberkan, sikap politik yang santun menjadi modal utama untuk mendulang suara di wilayahnya.
“Kuncinya itu semangat, belajar menjadi orang baik, sikap politis kita yang santun, barangkali salah satu kunci kesuksesan kita nanti. Kalau persoalan kapital itu kan relatif ya,” sambung Oni.
Rakercab jadi momentum konsolidasi dan penguatan semangat kader
Lebih lanjut, Oni pun merasa terharu sosok Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri, bisa menghadiri Konferensi Daerah (Konfreda) PDIP Jawa Tengah yang berlangsung pada Sabtu, 27 Desember 2025 kemarin.
Selain itu, Ketua DPP Bidang Politik, Puan Maharani, juga hadir hingga Konfercab rampung pada hari ini.
Oni menyebut kehadiran Megawati dan Puan menjadi momentum penting bagi kader di daerah untuk kembali menguatkan semangat perjuangan lima tahun ke depan.
“Puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwa Rakercab kali ini sangat luar biasa. Yang pertama, Ibu Ketua Umum hadir yang sangat luar biasa. Beliau di samping pimpinan juga menjadi Ibu kami,” ujar Oni.
BACA JUGA: Puan Hadiri Konfercab PDIP Jateng Hingga Rampung, Hanya DPC Solo Belum Setor Nama Pengurus Baru
Ia mengaku kehadiran Puan Maharani yang juga menjabat Ketua DPR RI menjadi kebanggaan tersendiri bagi kader di daerah. Menurut Oni, dari kebanggaan tersebut muncul dorongan moral untuk menjalankan amanat partai dengan lebih sungguh-sungguh, khususnya di tingkat kabupaten.
“Kemudian dihadiri pula oleh Mbak Puan yang notabenenya Ketua DPR RI sekaligus fungsionaris DPP. Itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk kami. Dari kebanggaan itu kemudian kami tambah tergugah lagi apa yang Ibu dan Bapak sampaikan untuk lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, PDIP Kabupaten Tegal tetap akan memegang garis kebijakan partai dan turun langsung ke masyarakat.
“Kami tetap yang pertama tegak lurus terhadap Ibu Ketum dan amanat partai. Kami tetap akan turun ke bawah, bergembira, tertawa, menangis bersama rakyat,” tegas Oni.
Tantangan PDIP Kabupaten Tegal tanpa kursi bupati di wilayahnya
Oni juga membeberkan tantangan besar yang DPC PDIP Kabupaten Tegal hadapi dalam beberapa kontestasi politik terakhir. Ia menyebut, PDIP Tegal saat ini tidak memiliki kepala daerah maupun wakil kepala daerah.
“Di Kabupaten Tegal sendiri perlu ketahui, kami tidak punya bupati, tidak punya wakil bupati, tidak punya ketua daerah. Kami hanya punya wakil ketua DPR,” ungkap Oni.
Meski demikian, ia berharap seluruh unsur partai, baik struktural, fraksi, maupun dua pilar, dapat bekerja lebih solid untuk memperbaiki capaian politik ke depan.
Oni mengakui perolehan kursi PDIP di DPRD Kabupaten Tegal menurun dari 12 menjadi 10 kursi. Selain itu, PDIP juga kalah dalam Pilkada karena maju sendirian melawan koalisi besar.
“Harapan saya, baik dari struktural, fraksi, dan dua pilar ini bisa bahu-membahu agar Kabupaten Tegal bisa lebih hebat dari kemarin. Pilkada kami hanya sendiri, dikeroyok 12 partai. Sehingga kami kalah,” ujarnya.
Namun, Oni menilai capaian suara PDIP tetap patut diapresiasi. Menurutnya, PDIP Kabupaten Tegal masih mampu meraih sekitar 32 hingga 33 persen suara.
BACA JUGA: Ingin Kembalikan Status, Pengurus Baru PDIP Jateng Optimis Jawa Tengah Jadi Benteng Banteng di 2029
“Dalam kekalahan itu ada kebanggaan. Kabupaten Tegal, PDI Perjuangan, mampu menghadirkan 32 koma sekian persen. Itu saya anggap luar biasa,” ucapnya.
Ia menegaskan perolehan suara tersebut mampu PDIP raih tanpa praktik politik uang dan tanpa modal besar.
“Kami tidak kalah dalam semangat. Tanpa money politic, tanpa kapital besar, kami mampu memperoleh suara 33 persen. Itu bukan ujug-ujug datang dari langit, itu hasil kristalisasi darah dan keringat,” tegas Oni.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif kader, relawan, dan simpatisan yang bergerak bersama selama berbulan-bulan.
Ke depan, PDIP Kabupaten Tegal menargetkan penambahan kursi legislatif dengan tetap mengandalkan kerja langsung di lapangan.
“Teman-teman di Kabupaten Tegal, baik struktural maupun relawan dan simpatisan, bahu-membahu selama sekian bulan. Program kami tetap akan turun ke bawah dan kami bertekad untuk menambah kursi,” tutupnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




