KUDUS, beritajateng.tv – Persiku Kudus akhirnya memastikan satu tempat aman untuk tetap berlaga pada kompetisi Liga 2 musim depan. Kepastian ini muncul setelah Laskar Macan Muria meraih hasil imbang dramatis 3-3 melawan PSIS Semarang pada pekan ke-24.
Meskipun laga berlangsung sangat panas, raihan satu poin tersebut sudah cukup mengunci posisi mereka. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran strategis Direktur Teknik Persiku Development dalam mematangkan skuad.
Pertandingan yang terlaksana di Stadion Wergu Wetan tersebut menyajikan drama saling kejar angka hingga menit akhir. Tim tamu sempat unggul terlebih dahulu sebelum akhirnya Persiku mampu membalikkan keadaan lewat aksi gemilang Igor Henrique.
Namun, skor akhir kembali sama kuat setelah gol balasan dari lawan tercipta pada masa injury time. Walaupun gagal meraih kemenangan penuh, hasil ini membawa dampak yang sangat besar bagi klasemen tim.
Oleh sebab itu, tugas Direktur Teknik Persiku Development akan semakin berat guna meningkatkan kualitas pemain akademi. Fokus utama tim sekarang adalah membangun kesinambungan antara tim junior dan skuad utama.
BACA JUGA: Gebrakan Baru! Eks Pelatih PSIS Jafri Sastra Resmi Jabat Direktur Teknik Persiku
Strategi Bertahan Direktur Teknik Persiku Development
Proses pengamanan posisi di klasemen ini membutuhkan perhitungan poin yang sangat teliti dan hati-hati. Manajemen mengevaluasi setiap pertandingan demi memastikan tim tidak tergelincir ke zona merah degradasi. Kedisiplinan para pemain di lapangan menjadi faktor penentu utama dalam meraih poin krusial tersebut.
Selanjutnya, tim kepelatihan bakal segera merancang program pramusim yang jauh lebih matang untuk tahun depan.
Masyarakat Kudus menyambut gembira kepastian tim kesayangan mereka tidak turun kasta ke Liga 3. Sementara itu, jajaran pengurus berjanji akan memberikan bonus atas kerja keras para pemain selama semusim ini.
Hitung-Hitungan Persiku Kudus Dipastikan Aman di Liga 2
Berikut merupakan hitungan matematis mengapa Persiku Kudus sudah aman dari ancaman degradasi:
-
Persiku saat ini mengoleksi 27 poin dari 24 pertandingan yang telah mereka jalani.
-
Pesaing terdekat di zona degradasi, yaitu Persiba Balikpapan, baru mengumpulkan 17 poin.
-
Jarak 10 poin tersebut mustahil terkejar karena sisa pertandingan hanya tinggal 3 laga lagi.
-
Maksimal poin yang bisa tim zona degradasi raih hanyalah 9 poin tambahan saja.
-
Selisih gol Persiku juga jauh lebih baik daripada tim-tim yang berada di papan bawah.
Akhirnya, semua elemen tim kini bisa bernapas lega dan mulai menatap musim kompetisi baru. Namun, Direktur Teknik Persiku Development tetap mengingatkan para pemain agar tidak cepat merasa puas. Program pengembangan talenta muda harus terus melaju demi menjaga martabat sepak bola Kudus di level nasional.
Singkatnya, Persiku siap kembali bersaing dengan kekuatan yang lebih solid pada tahun selanjutnya mendatang. (*)





