Ia menyebut dinamika politik dan persoalan di Kota Solo menuntut format kepengurusan yang lebih besar ketimbang DPC lain yang umumnya hanya berisi 15 personel.
“Di politik selalu ada dinamika dan konsensus. Kita ke-21 karena kompleksitas dan persoalan Kota Solo ini. Format 21 ini melihat realitas masalah di Kota Solo yang tidak bisa diselesaikan dengan format 15,” terang Aria.
BACA JUGA: Bangga Megawati Pimpin Konferda PDIP Jateng, DPC Banjarnegara Fokus Benahi Struktur-Akar Rumput
Aria memaparkan, Kota Solo saat ini memiliki lima kecamatan aktif dan berpotensi mengalami pemekaran wilayah. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat beban kerja organisasi partai semakin kompleks.
“Karena ada lima kecamatan dan ada kemungkinan dua pemekaran. Kami melihat format 21 adalah akibat dari persoalan Kota Solo yang tidak mudah kita selesaikan,” jelasnya.
Ia menegaskan, keputusan memperluas struktur kepengurusan merupakan bentuk penyesuaian PDIP terhadap tantangan riil di lapangan agar kerja-kerja partai berjalan lebih efektif selama lima tahun ke depan.
Satu-satunya Anggota DPR RI Jadi Ketua DPC, Aria Bima Sebut Ada Pesan Ideologis Megawati untuk Solo
Aria mengungkap, dari total 110 anggota DPR RI yang berasal dari PDIP, hanya ia yang beroleh kepercayaan menjabat sebagai Ketua DPC. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan perhatian khusus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, terhadap Kota Solo.
“Dari 110 anggota DPR RI, ini hanya Aria Bima yang jadi ketua cabang. Tentu Ibu sangat perhatian sekali dalam Kota Solo,” ucapnya.
Ia menilai Kota Solo memiliki posisi strategis sebagai representasi wajah keindonesiaan, kebhinekaan, dan keguyuban masyarakat yang harus terus PDI Perjuangan jaga dan pelopori.
“Untuk benar-benar wajah ke-Indonesiaan, wajah kebhinekaan, wajah guyubnya Kota Solo, ini harus dicerminkan dan dipelopori oleh PDI Perjuangan,” tegas Aria.
BACA JUGA: Rampung Konfercab, Berikut Daftar Lengkap Ketua, Sekretaris, Bendahara DPC PDIP se-Jateng 2025-2029




