BLORA, beritajateng.tv – Satreskrim Polres Blora terus menyelidiki kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.
Dalam perkembangan terbaru, polisi telah memeriksa enam saksi dari pihak pengelola program MBG dan sekolah. Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Kasatreskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan, enam saksi yang di periksa berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti dan SDN Sendangrejo.
“Dari SPPG kita panggil kepala dapur, mitra, asisten lapangan (aslap), dan ahli gizi. Untuk pihak sekolah, kami panggil kepala sekolah dan koordinator program MBG,” terang AKP Zaenul Arifin, Selasa, 21 Juli 2026.
Selain memeriksa saksi, polisi juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penyidik kini menaruh perhatian pada informasi mengenai susu kemasan yang dugaan kuat meledak sebelum para siswa konsumsi.
BACA JUGA: DPRD Jateng Desak Evaluasi Ketat SPPG Usai Dugaan Keracunan MBG di SMKN 11 Semarang
Untuk memastikan penyebab kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa ompreng yang masih berisi sisa makanan dan sampel susu kemasan dari lokasi.
Penyidik kemudian menyerahkan sampel tersebut ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk menjalani pemeriksaan medis.
AKP Zaenul mengatakan, polisi akan menelusuri lebih jauh rantai distribusi apabila hasil pemeriksaan laboratorium menemukan adanya indikasi susu basi atau tercemar.
“Apabila ada indikasi basi, penelusuran akan berlanjut ke pengirim atau distributor susu tersebut. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Daerah Blora untuk memeriksa rekam medis para siswa yang sempat dalam perawatan di UGD,” jelasnya.
Temuan Ompreng Bersih Tanpa Sisa Makanan
Sementara itu, Dinas Kesehatan Daerah Blora turut melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Bogowanti. Petugas memeriksa sejumlah fasilitas, mulai dari gudang penyimpanan, alur penerimaan bahan baku, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Subkor Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Daerah Blora, Tutik Rahayu, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab dugaan keracunan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Namun, petugas menemukan kondisi yang ternilai janggal saat melakukan inspeksi. Sebuah armada distribusi datang membawa sejumlah ompreng dalam kondisi sangat bersih tanpa menyisakan makanan.
Temuan tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa sisa makanan telah dibuang sebelum petugas melakukan pemeriksaan.
Sopir armada yang petugas konfirmasi, membantah dugaan tersebut. Ia mengatakan makanan yang pihak MBG bagikan kepada siswa telah habis mereka konsumsi.
Sementara itu, pihak pengelola di sebut telah menarik sebagian produk susu karena dugaan kuat mengalami masalah.
Hingga kini, polisi dan Dinas Kesehatan Daerah Blora masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan yang teralami para siswa penerima program MBG.
BACA JUGA: Orang Tua Murid Siap Gugat Dugaan Keracunan MBG SDN Ungaran 01, Nilai Pemerintah Tutupi Fakta
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk menelusuri kemungkinan adanya masalah pada proses pengolahan, distribusi, maupun kualitas makanan dan minuman yang dibagikan kepada para siswa. (*)





