“Acara yang sangat menarik, apalagi ada rangkaian berkunjung ke lokasi proyek, sebuah kesempatan yang sangat berharga. Dengan berkunjung ke lokasi migas bisa mengetahui kondisi lapangan. Jadi, (kita) tahu Jambaran-Tiung Biru sebagai penghasil gas untuk pemenuhan energi. Penting banget untuk paham tentang migas. Adanya kegiatan kuliah umum seperti ini dapat membuka cakrawala Generasi Z untuk lebih interest pada tema energi,” katanya.
Kegiatan berlanjut dengan kunjungan lapangan ke Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru di Desa Bandungrejo, Ngasem dengan dipandu oleh beberapa pekerja muda lulusan Program Apprentice yang merupakan putera-puteri terbaik Bojonegoro.
Harapannya, hasil positif migas di wilayah ini memberi kontribusi kemajuan masyarakat di Bojonegoro, termasuk bagi para mahasiswa Gen Z yang mulai “melek” terhadap industri migas. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





