SEMARANG, beritajateng.tv – Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang membatasi pelaksanaan rapat dan pertemuan di hotel masih berdampak pada industri perhotelan di Kota Semarang.
Salah satu sektor yang paling terpukul adalah Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), yang selama ini menjadi penyumbang pendapatan utama bagi banyak hotel.
Rooms Inc Hotel Semarang menjadi salah satu hotel yang merasakan langsung dampak kebijakan tersebut. Manajemen mencatat pendapatan dari segmen MICE merosot tajam sejak kegiatan pemerintah di hotel mulai ada pembatasan.
General Manager Rooms Inc Hotel Semarang, Kusnadi, mengatakan kontribusi pendapatan dari sektor MICE kini hanya tersisa sekitar 20 persen daripada sebelum kebijakan efisiensi berjalan.
BACA JUGA: Meet nbEat Resto Rooms Inc Semarang Hadirkan “Churato”, Camilan Kekinian Mulai Rp28 Ribu di Taman DP Mall
“Efek efisiensi anggaran sangat terasa. Pendapatan dari segmen MICE turun lebih dari 80 persen. Dulu kegiatan rapat pemerintah cukup rutin diselenggarakan di hotel. Namun sekarang jumlahnya jauh berkurang karena adanya pembatasan anggaran,” ujar Kusnadi saat acara Sinar Mas Land Media Networking di Semarang, Kamis (9/7/2026).
Menghadapi kondisi tersebut, Rooms Inc Hotel memilih melakukan diversifikasi pasar dengan mengurangi ketergantungan pada segmen pemerintahan. Hotel kini lebih agresif membidik pasar korporasi, wisata keluarga, dan lifestyle.
Director of Sales & Marketing Rooms Inc Hotel Semarang, Theresia Pramengnugraheni, mengatakan berbagai inovasi terus berjalan. Untuk menjaga pertumbuhan bisnis, mulai dari menghadirkan outlet kuliner baru hingga memperbanyak kegiatan hiburan bagi masyarakat.
“Kami menghadirkan outlet Churato di DP Mall Semarang, menggelar live music dan penampilan DJ di Garden DP Mall. Serta menawarkan berbagai menu baru dengan harga yang lebih terjangkau. Strategi ini cukup membantu meningkatkan pendapatan,” katanya.
Menurut Theresia, outlet kuliner tersebut mampu membukukan omzet rata-rata sekitar Rp6 juta setiap hari.
Selain memperkuat lini bisnis kuliner, Rooms Inc Hotel juga memperluas kerja sama dengan perusahaan swasta, termasuk sektor perbankan, untuk meningkatkan kontribusi pasar korporasi.
“Dari penetrasi ke segmen korporasi, kami menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 20 persen. Harapannya, total pendapatan hotel tahun ini bisa meningkat lebih dari 50 persen dari tahun lalu,” ujarnya.
Okupansi Kamar Tetap Tinggi
Meski sektor MICE mengalami penurunan, tingkat hunian kamar Rooms Inc Hotel masih menunjukkan tren positif.
Okupansi rata-rata berada di kisaran 78 hingga 80 persen dan meningkat menjadi sekitar 88 persen selama musim libur sekolah pada Juni hingga Juli 2026.
Mayoritas tamu berasal dari segmen keluarga dan wisatawan yang datang dari Jakarta, Semarang, serta sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.
Manajemen optimistis strategi di versifikasi pasar mampu menjaga kinerja bisnis di tengah perubahan pola belanja pemerintah. Dengan mengandalkan pasar korporasi, lifestyle, kuliner, dan wisata keluarga, Rooms Inc Hotel Semarang berharap tetap mampu mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2026. (*)
Editor: Elly Amaliyah





