Jateng

ESDM Jateng Klaim Tambang Gunung Slamet Aman, Pengamat: Warga yang Terimbas, Orang Dinas Tidak

×

ESDM Jateng Klaim Tambang Gunung Slamet Aman, Pengamat: Warga yang Terimbas, Orang Dinas Tidak

Sebarkan artikel ini
Tambang Gunung Slamet
Tampilan aktivitas tambang di Gunung Slamet via Google Earth. (Foto: Instagram/@purwokertoonline)

“Kadang tambang itu sebenarnya bukan untuk warga masyarakat setempat. Diproduksi di situ tapi dikonsumsi oleh orang lain di luar dari warga itu. Malah warga itu yang kemudian mendapatkan dampaknya,” tegasnya.

Ia mencontohkan aktivitas tambang galian C yang berpotensi menimbulkan polusi udara hingga longsor apabila tidak disertai rehabilitasi lingkungan.

“Kalau tambangnya galian C akan menimbulkan polusi udara, kemudian nanti kalau tidak ada rehabilitasi maka terjadi longsor,” ucap Mila.

BACA JUGA: Viral Tambang di Banyumas Kena Protes, Ahmad Luthfi: Videonya Kasih Saya, Yang Tahu Kamu Bukan Saya

Tak hanya itu, Mila juga menyinggung risiko aktivitas panas bumi yang dampaknya langsung masyarakat sekitar rasakan.

“Misalnya panas bumi yang ditambang, maka warga situ juga yang akan mendapatkan. Misalnya bagaimana dengan pipa-pipanya yang tiba-tiba bocor dan sebagainya,” katanya.

Pihaknya menekankan, warga menjadi pihak pertama yang terdampak apabila terjadi masalah, bukan instansi pemerintah di tingkat provinsi.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan pemerintah agar tidak menyederhanakan persoalan dengan membandingkan kondisi tambang di Jawa Tengah dengan bencana di wilayah lain seperti Sumatera.

“Siapa yang terkena dampak pertama? Apakah orang ESDM yang di provinsi? Tentu tidak kan? Tapi warga. Nah, harus pertimbangkan itu. Jadi jangan hanya memikirkan bahwa ini itu tidak akan terjadi seperti yang Sumatera,” pungkas Mila.

Alasan ESDM yakin pertambangan di lereng Slamet tak akan timbulkan bencana seperti di Sumatera

Sebelumnya, Beredar unggahan viral di media sosial yang kuat dugaan merupakan aktivitas tambang Gunung Slamet di Google Earth.

Dalam akun Instagram @purwokertoonline yang tersiar lima hari lalu, tampak ada galian bak “cacing” dalam video tersebut. Bahkan, salah satu titik lokasi yang diduga tambang tersebut diganti nama menjadi “Arep Dadi Apa Ya Kie?”.

“Gunung Slamet sedang jadi sorotan. Di tengah bencana di Sumatera, dugaan tambang di kawasan hutannya memunculkan tanda bahaya yang tak boleh diabaikan,” tulis akun tersebut..