Jateng

Evaluasi Satu Tahun, Agustina – Iswar Klaim Semarang Lebih Bersih dan Lapangan Kerja Makin Terbuka

×

Evaluasi Satu Tahun, Agustina – Iswar Klaim Semarang Lebih Bersih dan Lapangan Kerja Makin Terbuka

Sebarkan artikel ini
Evaluasi Satu Tahun, Agustina Iswar Klaim Semarang Lebih Bersih dan Lapangan Kerja Makin Terbuka
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menghadiri resik resik sungai di Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Satu tahun Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin memimpin Kota Semarang, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif.

Mulai dari turunnya angka kemiskinan, membaiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas lima persen.

Agustina menyebut fondasi pembangunan satu tahun terakhir bertumpu pada gerakan Semarang Bersih.

Ia tidak ingin program kebersihan berhenti pada urusan sapu dan tempat sampah, melainkan menjadi pintu masuk pemberdayaan ekonomi warga.

BACA JUGA: Satu Tahun Agustina-Iswar Pimpin Semarang, Lima Pilar Jadi Fondasi Menuju Kota Hebat

“Kami ingin kebersihan tidak hanya membuat kota rapi, tetapi juga memberi manfaat ekonomi. Sampah harus kita ubah cara pandangnya, bukan lagi beban, melainkan peluang,” ujar Agustina.

IPM naik, kemiskinan dan pengangguran turun

Data pembangunan menunjukkan IPM Kota Semarang mencapai 85,80 pada 2025. Angka tersebut meningkat dibanding 2020 yang berada di 83,05, serta melampaui rata-rata Jawa Tengah dan nasional. Kenaikan IPM menandakan akses pendidikan dan kesehatan warga semakin baik.

Di sisi lain, angka kemiskinan turun konsisten dalam lima tahun terakhir. Dari 11,84 persen pada 2020, kini berada di kisaran 9,36 persen. Tren penurunan terjadi setiap tahun, menunjukkan program pemberdayaan ekonomi berjalan efektif.

Tingkat pengangguran terbuka juga berhasil ditekan dari 9,54 persen saat pandemi menjadi 4,66 persen pada 2024. Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Tengah dan nasional.

“Warung kecil, UMKM, hingga sektor kreatif tumbuh kembali setelah pandemi. Kami dorong ekonomi lokal agar benar-benar menyerap tenaga kerja,” kata Agustina.

Pertumbuhan ekonomi Kota Semarang pun stabil di atas lima persen dan sempat menyentuh 6,42 persen. Capaian ini memperlihatkan pemulihan ekonomi berjalan solid.

Bank sampah tumbuh, omzet miliaran rupiah

Konsep ekonomi sirkular menjadi salah satu penggerak utama. Melalui penguatan bank sampah, Pemkot mendorong warga memilah dan menjual sampah bernilai ekonomis.

Jumlah bank sampah aktif meningkat dari 664 unit pada 2024 menjadi 857 unit. Total sampah yang berhasil dikelola mencapai 1.705,7 ton. Kerja sama dengan PKK mengelola 1.080 ton sampah dan menghasilkan perputaran uang hingga Rp1,89 miliar.

“Uang itu langsung kembali ke warga. Jadi gerakan ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga kesejahteraan,” jelasnya.

Gerakan ASN Wegah Nyampah juga ikut berkontribusi. Aparatur sipil negara berhasil mengurangi timbulan sampah kantor hingga 4,3 ton per hari.

Pemkot turut menambah sarana kebersihan, antara lain 36 kontainer sampah baru, 37 unit TPS tambahan, serta empat unit TPS3R. Instalasi pengolahan air limbah domestik juga Pemkot bangun di sejumlah titik untuk menjaga kualitas lingkungan.

Penghijauan dan ruang publik

Selain pengelolaan sampah, Pemkot memperluas ruang hijau kota. Sepanjang 2025, lahan seluas 16,58 hektare dihijaukan dengan penanaman 46.510 bibit pohon.

Tiga taman baru Pemkot bangun, yakni Taman RBRA Abdurrahman Saleh, Taman Garoot, dan Taman Dinar Mas Meteseh. Dua taman lain di revitalisasi untuk memperkuat fungsi ruang publik sebagai tempat interaksi warga.

“Taman bukan sekadar estetika. Ini ruang keluarga dan ruang sosial warga. Kota harus nyaman dan hijau,” kata Agustina.

Target tahun kedua

Memasuki tahun kedua, Pemkot menargetkan perluasan bank sampah hingga 1.468 unit, pembangunan IPAL TPA Jatibarang tahap pertama, serta penghijauan tambahan 17 hektare dengan 50.000 bibit pohon.

Pemkot juga akan memperketat pengurangan plastik sekali pakai dan mengembangkan aplikasi ASN Wegah Nyampah yang terintegrasi dengan sistem penilaian kinerja.

“Pembangunan Semarang adalah tentang keseimbangan. Kita dorong pertumbuhan ekonomi, tapi lingkungan harus tetap bersih dan hijau. Semarang Bersih menjadi fondasi menuju kota yang tangguh dan warganya sejahtera,” tegas Agustina.

Satu tahun kepemimpinan Agustina – Iswar ini menunjukkan kolaborasi pemerintah dan warga menjadi kunci. Ketika masyarakat terlibat dalam pengelolaan sampah, penghijauan. Hingga penguatan ekonomi lokal, hasilnya tidak hanya terlihat pada data, tetapi juga berdampak langsung dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp