SEMARANG, beritajateng.tv – Hitungan hari menuju pertandingan perdana BRI Super League 2026-2027 membuat Java United FC terus mematangkan persiapan.
Pelatih kepala Fabio Lefundes kini memasuki fase akhir untuk memastikan seluruh pemain memahami strategi dalam pertandingan perdana melawan Garudayaksa FC, Minggu, 6 Agustus 2026.
Latihan dalam beberapa hari terakhir tidak lagi sekadar membangun kondisi fisik. Fokus Laskar Kepodang Emas mulai mengarah pada detail permainan. Mulai dari penyesuaian lapangan hingga skema bola mati.
Fabio Lefundes mengatakan timnya telah memasuki pekan terakhir persiapan sebelum pertandingan perdana, saat latihan bersama tim di Stadion Jatidiri Semarang, (3/7/2026)
“Ini sudah minggu terakhir latihan untuk pertandingan pertama. Kami memanfaatkannya untuk mengidentifikasi pemain dan melakukan penyesuaian di lapangan karena sudah lama tidak kita gunakan,” ujar Fabio.
Selain beradaptasi dengan kondisi lapangan, Java United FC juga memanfaatkan sesi latihan untuk mengasah taktik, termasuk situasi bola mati.
Menurut Fabio, latihan pada fase ini menjadi momentum penting untuk memberikan informasi terakhir kepada para pemain.
Tim pelatih juga melakukan evaluasi dari sesi latihan sebelumnya sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan.
“Kami akan melakukan penyesuaian terakhir. Kemarin kami sudah memberikan banyak informasi tentang pertandingan dan hari ini serta besok kami akan memberikan informasi terakhir kepada pemain agar mereka benar-benar siap,” jelasnya.
Fabio memastikan strategi utama untuk pertandingan perdana sebenarnya sudah di tentukan.
BACA JUGA: Gustavo Almeida Resmi Gabung Java United FC, Siap Jadi Mesin Gol Laskar Kepodang Emas
Sisa waktu yang ada akan digunakan untuk melakukan penyesuaian kecil sekaligus mengingatkan kembali para pemain terhadap rencana permainan.
“Kami sudah menentukan strategi. Kami hanya melakukan setting terakhir untuk membuat pemain tetap mengingat semua strategi yang sudah ada,” katanya.
Situasi tersebut membuat persaingan mendapatkan tempat di starting eleven semakin menarik. Fabio menyebut respons pemain selama latihan akan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan komposisi tim.
“Hari demi hari akan memberikan kami petunjuk. Para pemain harus berjuang dan respons mereka di lapangan dalam program latihan akan membantu kami melihat siapa yang menjadi pemain inti nanti,” tuturnya.
Menghadapi laga perdana, Java United FC juga tidak ingin meremehkan lawan. Fabio mengaku tim pelatih sudah mengantongi informasi mengenai kekuatan calon lawannya. Termasuk karakter pemain lokal yang memiliki pengalaman tampil di kompetisi kasta tertinggi.
Menurut Fabio, status lawan sebagai tim promosi bukan alasan untuk menganggap pertandingan akan berjalan mudah.
“Setiap pertandingan adalah pertandingan yang sulit, apalagi pertandingan pertama. Kami harus siap menghadapi pertandingan minggu ini dan pertandingan-pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Fabio menilai sejumlah pemain lokal lawan sudah memiliki pengalaman bermain di level teratas. Kondisi tersebut membuat Java United FC tetap harus mempersiapkan pertandingan dengan serius.
BACA JUGA: Tiket Rp15.000 Masih Tersedia, Java United Vs Garudayaksa FC Siap Panaskan Stadion Jatidiri Semarang
“Pemain-pemain lokal mereka, khususnya yang berpengalaman, sudah terbiasa bermain di Liga 1 dan pertandingan besar. Kami sudah mengetahui itu dan memiliki cukup informasi,” ungkap Fabio.
Ia juga menilai pengalaman pelatih lawan di kawasan Asia Tenggara membuat pertandingan semakin menarik. Meski baru menjalani kiprah di kompetisi Indonesia, sang pelatih telah memiliki pengalaman yang cukup di sepak bola ASEAN.
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam persiapan Java United FC adalah kemungkinan Fabio Lefundes menurunkan dua striker sekaligus.
Ketika di tanya mengenai kondisi Costa, Fabio Lefundes memberikan jawaban positif. Ia memastikan sang penyerang berada dalam kondisi siap.
“Bagus sekali, dia sudah siap,” kata Fabio.
Peluang Costa bermain bersama David da Silva pun terbuka. Fabio tidak menutup kemungkinan menggunakan dua penyerang tersebut secara bersamaan.
“Ada kemungkinan untuk memainkan dua striker ini bersama,” ujarnya.
Bahkan, Fabio juga membuka kemungkinan menggunakan tiga pemain depan jika situasi pertandingan dan strategi membutuhkan skema tersebut.
“Ada kemungkinan bermain dengan tiga juga,” katanya.
Namun, Fabio menegaskan keputusan akhir tetap akan disesuaikan dengan strategi dan karakter lawan yang di hadapi.
“Pemain yang kami pilih akan sesuai dengan strategi yang kami siapkan dan lawan yang akan kami hadapi. Strategi itu di buat untuk menjadi lebih baik bagi tim, bukan untuk individu,” tegasnya.
Fabio juga menekankan pentingnya keseimbangan permainan. Java United FC tidak hanya dituntut produktif ketika menyerang, tetapi juga harus memiliki organisasi pertahanan yang kuat.
“Kami harus berusaha keras untuk memiliki kekuatan defensif dan ofensif. Kami punya pemain-pemain di depan yang bisa melakukan hal itu,” jelasnya.
Seimbangkan Pertahanan dan Serangan
Keseimbangan antara pertahanan dan serangan menjadi salah satu pekerjaan utama Fabio menjelang pertandingan perdana.
Ia percaya materi pemain yang Java United FC miliki mampu memenuhi ekspektasi tersebut.
“Kami ingin menjaga keseimbangan antara defense dan attack. Sekarang kami punya pemain yang bisa memenuhi ekspektasi semua orang,” ujarnya.
Kini, waktu persiapan semakin menipis. Dua sesi latihan terakhir menjadi kesempatan bagi Fabio dan tim pelatih untuk memastikan seluruh detail strategi berjalan sesuai rencana.
Jawaban mengenai siapa yang akan menjadi starter, apakah Costa akan berduet dengan David da Silva. Atau bahkan apakah Java United FC menggunakan tiga penyerang, baru akan terjawab ketika pertandingan mulai.
Fabio pun memilih menyimpan rapat keputusan tersebut hingga hari pertandingan.
“Tonton saja apa yang akan dilakukan hari Minggu pukul 15.30. Datang dan lihat sendiri,” ucapnya.
Laga perdana Java United FC di BRI Super League 2026-2027 pun menjadi panggung pertama untuk membuktikan hasil persiapan panjang tim.
Setelah seluruh strategi dimatangkan di lapangan latihan, kini Laskar Kepodang Emas di tuntut menerjemahkannya menjadi penampilan dan hasil di pertandingan sesungguhnya. (*)





