Final musim ini menghadirkan catatan spesial bagi PSG. Klub ibu kota Prancis itu menurunkan 10 pemain lapangan yang identik dengan final sebelumnya.
Sebuah rekor yang membuat mereka sejajar dengan Real Madrid sebagai satu-satunya tim yang mampu melakukannya dalam era modern Liga Champions.
Tendangan penalti Ousmane Dembele memiliki arti lebih dari sekadar gol penyeimbang.
Lesakan tersebut menggenapkan koleksi PSG menjadi 45 gol sepanjang Liga Champions musim ini, angka yang sama dengan rekor Barcelona pada musim 1999 – 2000.
BACA JUGA: Diikuti Ribuan Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Padukan Olahraga, Budaya, dan Sport Tourism
Golden Era PSG di era Luis Enrique
Kesuksesan PSG mempertahankan gelar turut mengukuhkan nama Luis Enrique dalam sejarah kompetisi.
Pelatih asal Spanyol itu menjadi yang pertama memenangkan final Liga Champions secara beruntun setelah Zinedine Zidane melakukannya beberapa tahun lalu.
Luis Enrique semakin memperkaya daftar prestasinya setelah mengantarkan PSG menjadi juara Liga Champions musim 2025-2026.
Gelar tersebut merupakan yang ketiga dalam kariernya, setelah sukses bersama Barcelona pada 2015 dan PSG pada musim sebelumnya.
Daftar pelatih dengan koleksi gelar Liga Champion terbanyak
Nama pelatih pertama dengan jumlah trofi Liga Champion terbanyak adalah Carlo Ancelotti dengan perolehan 5 gelar. ia mendapatkan 5 gelar tersebut ketika melatih AC Milan dan real Madrid.
Nama-nama pelatih berikutnya adalah Luis Enrique, Zinedine Zidanez, Pep Guardiola, dan Bob Paisley dengan masing-masing jumlah gelar sebanyak 3 kali.
Rekor Pahit Kai Havertz
Kekalahan Arsenal tak menghalangi Kai Havertz untuk mencatatkan prestasi pribadi yang mengesankan.
Berkat gol yang dicetaknya, ia menjadi pemain kesembilan dalam sejarah yang mampu mencetak gol pada lebih dari satu laga final Liga Champions.
Budapest menjadi saksi kekecewaan mendalam yang dirasakan Arsenal. Kekalahan dari PSG tak hanya menggagalkan ambisi mereka menjadi juara.
The Gunners juga masuk catatan sejarah sebagai tim Inggris pertama yang kalah adu penalti di final Liga Champions melawan wakil negara lain.
BACA JUGA: Catat Tanggalnya! Semarang Jadi Tuan Rumah Event Olahraga Nasional, Sepanjang April 2026
Statistik Performa Arsenal yang Ironis di Musim ini
- Tertinggal dalam Waktu Singkat: Arsenal hanya menghabiskan 42 menit 48 detik dalam posisi tertinggal sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions musim ini, menjadi angka paling rendah dibanding seluruh peserta kompetisi.
- Serangan Kehilangan Daya Gedor: Setelah jeda babak pertama hingga berakhirnya perpanjangan waktu, The Gunners hanya membukukan expected goals (xG) sebesar 0,01, menunjukkan minimnya ancaman yang mampu mereka ciptakan.
- Catatan Pahit di Final: Kekalahan dari PSG membuat Arsenal mengukir rekor yang tidak diharapkan sebagai klub Inggris pertama yang tumbang lewat adu penalti di final kompetisi Eropa melawan wakil dari luar Inggris.
Statistik itu mencerminkan bagaimana PSG berhasil mengunci permainan Arsenal sepanjang babak kedua hingga perpanjangan waktu.
Setelah tampil menjanjikan di awal laga, serangan The Gunners kehilangan efektivitas dan gagal memberikan ancaman berarti kepada pertahanan lawan.
PSG mampu menunjukkan kualitas bertahan yang luar biasa sepanjang babak kedua hingga perpanjangan waktu.
Arsenal yang sempat tampil agresif sejak menit awal akhirnya kesulitan menciptakan peluang bersih karena rapatnya barisan belakang Les Parisiens.*





