Gaya Hidup

Fakta-fakta Menarik Final Liga Champions 2026: PSG Angkat Trofi, Arsenal Gigit Jari

×

Fakta-fakta Menarik Final Liga Champions 2026: PSG Angkat Trofi, Arsenal Gigit Jari

Sebarkan artikel ini
Final Liga Champions antara PSG vs Arsenal
Final Liga Champions antara PSG vs Arsenal (sumber: instagram@psg)

SEMARANG, beritajateng.tv – Final Liga Champions 2026 menyajikan drama dan berbagai catatan menarik.

Paris Saint-Germain (PSG) sukses keluar sebagai juara, sedangkan Arsenal harus mengubur mimpi meraih trofi.

Berikut fakta-fakta mengejutkan yang mewarnai laga puncak tersebut.

Duel final di Puskas Arena, Budapest, Sabtu 30 Mei 2026 malam WIB berlangsung super ketat.

Selama 120 menit, PSG dan Arsenal sama-sama gagal mencetak gol penentu setelah bermain imbang 1-1.

BACA JUGA: Tren Olahraga Padel Jadi Warna Baru Perayaan Anniversary Horison Hotels Group ke-23

Adu penalti pun jadi penutup laga, dan PSG keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.

Arsenal sejatinya sempat berada selangkah lagi dari sejarah dengan peluang meraih gelar Liga Champions pertama.

The Gunners membuka keunggulan cepat melalui gol Kai Havertz pada menit keenam.

Namun, PSG berhasil bangkit setelah Ousmane Dembele mencetak gol penyeimbang lewat titik penalti.

Final musim ini bukan sekadar menghadirkan juara yang sukses mempertahankan mahkota Eropa.

Laga puncak tersebut juga melahirkan sejumlah catatan statistik luar biasa, termasuk beberapa rekor lama yang akhirnya tumbang setelah bertahan selama bertahun-tahun.

Les Parisiens Mendominasi Liga Champions

Final musim ini menghadirkan catatan spesial bagi PSG. Klub ibu kota Prancis itu menurunkan 10 pemain lapangan yang identik dengan final sebelumnya.

Sebuah rekor yang membuat mereka sejajar dengan Real Madrid sebagai satu-satunya tim yang mampu melakukannya dalam era modern Liga Champions.

Tendangan penalti Ousmane Dembele memiliki arti lebih dari sekadar gol penyeimbang.

Lesakan tersebut menggenapkan koleksi PSG menjadi 45 gol sepanjang Liga Champions musim ini, angka yang sama dengan rekor Barcelona pada musim 1999 – 2000.

BACA JUGA: Diikuti Ribuan Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Padukan Olahraga, Budaya, dan Sport Tourism

Golden Era PSG di era Luis Enrique

Kesuksesan PSG mempertahankan gelar turut mengukuhkan nama Luis Enrique dalam sejarah kompetisi.

Pelatih asal Spanyol itu menjadi yang pertama memenangkan final Liga Champions secara beruntun setelah Zinedine Zidane melakukannya beberapa tahun lalu.

Luis Enrique semakin memperkaya daftar prestasinya setelah mengantarkan PSG menjadi juara Liga Champions musim 2025-2026.

Gelar tersebut merupakan yang ketiga dalam kariernya, setelah sukses bersama Barcelona pada 2015 dan PSG pada musim sebelumnya.

Daftar pelatih dengan koleksi gelar Liga Champion terbanyak

Nama pelatih pertama dengan jumlah trofi Liga Champion terbanyak adalah Carlo Ancelotti dengan perolehan 5 gelar. ia mendapatkan 5 gelar tersebut ketika melatih AC Milan dan real Madrid.

Nama-nama pelatih berikutnya adalah Luis Enrique, Zinedine Zidanez, Pep Guardiola, dan Bob Paisley dengan masing-masing jumlah gelar sebanyak 3 kali.

Rekor Pahit Kai Havertz

Kekalahan Arsenal tak menghalangi Kai Havertz untuk mencatatkan prestasi pribadi yang mengesankan.

Berkat gol yang dicetaknya, ia menjadi pemain kesembilan dalam sejarah yang mampu mencetak gol pada lebih dari satu laga final Liga Champions.

Budapest menjadi saksi kekecewaan mendalam yang dirasakan Arsenal. Kekalahan dari PSG tak hanya menggagalkan ambisi mereka menjadi juara.

The Gunners juga masuk catatan sejarah sebagai tim Inggris pertama yang kalah adu penalti di final Liga Champions melawan wakil negara lain.

BACA JUGA: Catat Tanggalnya! Semarang Jadi Tuan Rumah Event Olahraga Nasional, Sepanjang April 2026

Statistik Performa Arsenal yang Ironis di Musim ini

  • Tertinggal dalam Waktu Singkat: Arsenal hanya menghabiskan 42 menit 48 detik dalam posisi tertinggal sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions musim ini, menjadi angka paling rendah dibanding seluruh peserta kompetisi.
  • Serangan Kehilangan Daya Gedor: Setelah jeda babak pertama hingga berakhirnya perpanjangan waktu, The Gunners hanya membukukan expected goals (xG) sebesar 0,01, menunjukkan minimnya ancaman yang mampu mereka ciptakan.
  • Catatan Pahit di Final: Kekalahan dari PSG membuat Arsenal mengukir rekor yang tidak diharapkan sebagai klub Inggris pertama yang tumbang lewat adu penalti di final kompetisi Eropa melawan wakil dari luar Inggris.

Statistik itu mencerminkan bagaimana PSG berhasil mengunci permainan Arsenal sepanjang babak kedua hingga perpanjangan waktu.

Setelah tampil menjanjikan di awal laga, serangan The Gunners kehilangan efektivitas dan gagal memberikan ancaman berarti kepada pertahanan lawan.

PSG mampu menunjukkan kualitas bertahan yang luar biasa sepanjang babak kedua hingga perpanjangan waktu.

Arsenal yang sempat tampil agresif sejak menit awal akhirnya kesulitan menciptakan peluang bersih karena rapatnya barisan belakang Les Parisiens.*

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp